Kritik penggunaan BBM negeri

Saya tidak mau berkomentar dulu tentang kenaikan harga BBM. Hanya bagaimanapun juga pemakaian bahan bakar di negeri kita tetap tidak adil.

Maksudnya begini. Bagi orang yang memiliki kendaraan pribadi tentu saja memerlukan bahan bakar. Jelas kenaikan harga BBM terasa sangat berat untuk mereka. Namun bagaimana nasib orang yang tidak menggunakan kendaraan pribadi atau setidaknya orang yang tidak menggunakan kendaraan pribadi setiap waktu? Tentu saja kuota pemakaian BBM mereka berbeda.

Di sini tidak adilnya. Setiap orang di negara kita tidak bisa mengakses sumber daya yang sama. Padahal jelas bahan bakar tersebut dikuasai negara dengan maksud agar penggunaannya bisa merata, jadi tidak dikuasai individual atau kelompok kepentingan yang lain.

Namun kenyataannya justru negara tidak bisa lebih adil. Bahkan jadinya orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan BBM (orang pinggiran misalnya) jadi harus menanggung kenaikan harga bahan pokok di pasaran yang sekarang ini sudah mulai menunjukkan kenaikan harganya. Jelas sekali tidak adil.

Pertanyaan saya:
Pertama, mengapa kenaikan harga BBM justru dibahas ketika memasuki bulan Ramadhan, dan lebaran? seakan pemerintah tidak undertanding dengan kondisi hari-hari tersebut. Secara sosiologis, pemerintah tidak memikirkan hal tersebut.

Kedua, kenapa solusi yang diambil selalu dalam bentuk bantuan tunai? Kalau dipikir ulang, pemberian dana seperti BLT apakah menyelesaikan masalah? Bukankah sama saja mereka gali lubang tutup lubang?

Menurut saya, setiap orang di negara ini harus diberi jatah/ kouta penggunaan BBM yang masing-masing sama jumlahnya. Jadi tidak ada orang yang akan menimbun BBM ataupun dirasa tidak adil. Ketika kuota sudah habis, maka seseorang sudah tidak bisa menggunakan bahan bakar. Dan bagi yang tidak menggunakan kendaraan pribadi, terserah saja mau diapakan kuotanya. Dijual atau bagaimana terserah saja. Yang penting dia tetap mendapat jatah.

Sehingga, selain untuk penghematan bahan bakar, menurut saya solusi ini lebih adil dan menjadi solusi kunci dari masalah-masalah lain sepeti penumbunan BBM, korupsi, ketidakadilan, eksklusi sosial, pemerataan penggunaan sumber daya alam dsb.

Sayangnya solusi ini tidak dicoba, entah malah pernah dipikirkan atau tidak oleh pemikir-pemikir di pemerintahan…

2 thoughts on “Kritik penggunaan BBM negeri

  1. 空キセノ

    Saya orang yang mendukung naiknya harga BBM ini, tapi nggak bakal ngomongin soal itu deh.

    Hmm… Tapi saya setuju masalah timing yang nggak tepat itu. Gara-gara BBM naik, inflasi jelas nggak bisa dihindari. Dan mau bulan puasa dan lebaran kayak gini ini, jumlah uang yang beredar di masyarakat bakal naik yang menyebabkan daya beli masyarakat juga jadi naik, dan secara ekonomi makro bakal menyebabkan harga-harga akan naik juga, which means inflasi lagi. Inflasinya jadi dobel.

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s