Understanding bus

Untuk pertama kalinya lagi, pagi kemarin saya melakukan perjalanan dengan Trans Jakarta. Lama tidak memakai kendaraan umum itu membuat saya pangling. Ternyata bus-bus yang saya pakai dulu sudah Β mulai rentan. Hampir bobrok. Malah bus yang saya naiki kemarin membuat saya khawatir dan was was. Jangan-jangan nanti bus itu patah tiba-tiba.

Kondisinya sudah memprihatinkan. Bagian pintu sudah pecah-pecah. Sedangkan kaitan antara kepala bus dengan bagian penumpang sudah patah. Rasanya terguncang-guncang hebat ketika melewati jalanan yang tidak begitu rata. Menimbulkan bunyi yang berisik sekali. Selain tidak nyaman, menurut saya keselamatan penumpang justru tidak aman.

Bus-bus Trans Jakarta berlabel DAEWOO BUS itu memang sudah lama digunakan. Saya sendiri sudah menggunakan keeksisannya di bidang transportasi selama 3 tahun terhitung dari 2011. Padahal sebelumnya justru sudah eksis. Itu artinya usia bus sudah lebih dari 4 tahun. Bus-bus seperti itu seharusnya sudah diganti.

Saya memang sudah melihat beberapa bus Trans Jakarta baru yang beroperasi. Busnya sangat bagus. Design ketertiban dan keamanannya juga tersedia. Ruang sopir terpisah dengan ruang penumpang sehingga tidak ada lagi penumpang yang duduk-duduk di dekat sopir. Ruangan juga dipantau oleh kamera CCTV sehingga keamanan di dalam ruangan dapat dipantau secara berkala. Serta perlengkapana keamanan lain seperti tabung kebakaran dan palu pemecah kaca darurat juga tersedia.

Bus Trans Jakarta yang baru

 

Design bus Trans Jakarta yang baru menurut saya bagus untuk ukuran alat transportasi. Terutama di kota, karena selain untuk mengangkut banyak penumpang, pertimbangan kenyamanan penumpang selama perjalanan juga lebih terjamin. Kebutuhan kenyamanan panumpang di bus tersedia dengan baik. Jadi tidak khawatir berkonflik dengan perjalanan jauh dan lelah saat pulang beraktivitas.

Pihak Trans Jakarta memang sebaiknya memberikan sarana transportasi yang juga mengutamakan kondisi psikologis penumpang juga. Seperti jenis understanding bus. Jadi tidak asal memberikan solusi angkutan umum. Asal angkut. Tidak. Masalahnya meski armada banyak, ketidaknyamanan penumpang juga tidak menentu. Justru menimbulkan konflik. Apalagi jika operasionalnya tidak lancar. Jadi sebaiknya memilih bus yang baik pula fasilitasnya.

Saya akui, bus pemberian Jokowi itu memang bagus. Terlebih sistem ticketingnya sudah mulai menggunakan e-money. Selain ramah lingkungan, kondisi juga lebih tertib. Mudah-mudahan saja selanjutnya bisa terus lebih baik. Seluruhnya bisa menggunakan e-money dan bus yang understanding.

Manusia kan suka dimengerti πŸ™‚

3 thoughts on “Understanding bus

  1. 3snainc

    yess… kita dukung terus Jokowi… moga2 keadaan transbus jakarta makin membaik ya.. malu2in banget kan dibandingin negara lain… kalo udah pulang tuh dari luar, terus ke jakarta, naik transbus kita… rasanya JLEB*

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s