Cepat menikah VS Menunda menikah

Saya heran mengapa banyak orang yang ingin cepat menikah. Kalau tujuannya untuk segera membina keluarga yang berdasarkan cita-cita bersama sih mungkin tidak lucu, masuklah diakal. Lucunya orang cepat-cepat menikah karena takut tidak laku. Jadi perawan tua atau jadi pria kesepian. Dan anehnya lagi, yang sudah menikah duluan itu malah menertawakan yang belum menikah juga. Kok mereka yang seperti itu nampaknya tidak tau alasan mengapa orang menunda usia pernikahan.

Asal tahu saja Ki Sanak, orang menunda usia pernihakan bukan karena tidak mampu menikah atau karena tidak laku. Tapi ada hal-hal yang masih ia perjuangkan untuk menjadi bekal di kehidupan mendatang. Misalnya orang memilih untuk  mewujudkan cita-citanya lebih maksimal, mengejar karier, menuntut ilmu yang tinggi, atau jadi relawan pendidikan. Justru kalau Anda menikah cepat-cepat (dalam kategori takut tidak laku) artinya Anda bukan orang keren. Jelas!

Orang keren itu tidak khawatir tidak dapat jodoh. Orang keren itu adalah orang yang bisa menikah kapanpun dan dengan siapapun yang ia pilih. Namanya saja orang keren, mau menikah dengan siapa saja ya tinggal tunjuk, laksanakan. Ya tentunya ada indikator yang bikin dia jadi keren, misalnya cv-nya. Jadi dia menikah bukan tanpa modal. Tapi sudah ada modal yang layak untuk membina sebuah keluarga. Misalnya ilmu yang cukup, keterampilan kerja, tempat tinggal, dsb. Siapa yang tidak mau menikah dengan orang yang seperti itu?

Nah kalau Anda menemukan orang yang cepat menikah tanpa ada tujuan pasti dan cuma karena alasan takut tidak berjodoh, jelas dia buka orang keren! Anda tidak perlu mempertimbangkannya lagi!

19 thoughts on “Cepat menikah VS Menunda menikah

    1. Tina Latief Post author

      halah, mas cahya ini..
      punya pacar saja belum kok sudah mau buat undangan 😛
      hayo, sini kasih lihat..

      Like

      Reply
      1. Tina Latief Post author

        hahaha.. menunggu dipinang, yampun..
        nah harus bisa masak nih..
        haha bapak rumah tangga..

        Like

  1. Andy

    hal seperti ini tidak usah terlalu di pikirkan, mending fokus dulu sama cita-cita dan menabung buat beli rumah, selanjutnya menikah jadi indah 🙂

    Like

    Reply
  2. ivanprakasa

    Agree… menikah itu bukan permainan yg semata2 seperti para artis yg bisa kawin cerai. Pernikahan itu sakral dan sebisa mungkin hanya sekali seumur hidup.
    Selain persiapan, terkadang persepsi masyarakat juga jadi pressure. Selain masyarakat akan memandang ga laku dsbnya yg diutarakan, masalah orientasi seksual terkadang suka disangkut pautkan juga dgn hal ini…

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      iya mas, sedihnya seakan yang sakral-sakral itu sudah kehilangan fungsi sakralnya. Nikah, cerai, nikah cerai.. asal punya duit saja. Tanpa mempertimbangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya..

      Like

      Reply
    1. Tina Latief Post author

      mampu itu ada beebrapa kategori..
      mampu karena ilmunya (siap menerima segala resiko, kemungkinan cobaan dll)
      mampu secara mental, mampu secara perekonomian. Mampu secara ekonomi saja ngga cukup, tapi perlu ditunjang ilmu dan mental. Kalau akhirnya menikah lalu cerai apa bedanya, terlebih kalau anak tidka bisa mendidik anak..
      the most important thing is the children..
      btw, melancarkan rezeki logikanya dari mana? seperti orang jawa itu? menikah dengan sistem tertutup untuk mempertahankan harta kekayaan keluarga?

      Like

      Reply
      1. ilhamasmara

        tidak ada salahnya belajar sambil berjalan kan?
        jika tidak dipaksa oleh keadaan manusia tidak akan berkembang, dari mencobalah kita akan mendapatkan pengalaman 😀

        “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).

        Like

      2. Tina Latief Post author

        hahaha, kalau begitu aku menunggu kamu coba-coba saja deh..
        coba kamu menikah duluan, nanti kalau hasilnya bagus aku ikutin 😀

        Like

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s