Dituntut bisa apa saja

Semua orang pasti menyadari seperti apa yang saya sadari sekarang ini kalau pada dasarnya masing-masing manusia itu memiliki  keterbatasan.  Tidak bisa melakukan semuanya, juga tidak bisa menjadi apa saja. Untuk itu manusia diminta memilih, memutuskan, lalu menekuni bidang apa yang akan menjadi kemahirannya. 

Akan tetapi memilih mungkin tidak berlaku pada orang-orang di Indonesia. Orang di Indonesia dituntut untuk bisa bekerja apa saja. Misalnya seorang dosen yang sudah menekuni bidang keahliannya pun masih diminta menyampaikan mata kuliah yang bukan di bidang keahliannya. Mahasiswa pun juga demikian. Sudah memilih mata kuliah A sebagai bidang kemahirannya, masih  diminta belajar X,Y,Z. Malahan baru-baru ini kurikulum fakultas tidak lagi dibedakan antara pragmatis dan teoritis. Alasannya, pada dasarnya nanti semuanya juga akan bekerja, jadi semuanya memang perlu dipelajari.

Di sisi lain, Minggu kemarin saya mendapatkan sms undangan yang isinya diskusi membahas mata kuliah universitas yang belakangan ini bermasalah. Intinya kondisi kegiatan belajar mengajar yang dihasilkan tidak efektif. Dosen pengajar terbukti tidak kompeten. Selain tidak mahir mengoperasikan komputer dan internet, dosen tidak mampu menyampaikan materi yang berkonten ilmu-ilmu alam. “Jelas tidak berkompeten! mana mungkin dosen Ilmu Administrasi Fiskal bisa mengajarkan mata kuliah ilmu alam, geografi, dan komputer sekaligus”, …

Masalahnya ya itu tadi, seperti taken for granted kalau orang di Indonesia dituntut bisa melakukan apa saja. Orang-orang yang bukan dewa ini tidak sadar kalau dia dan orang-orang lainnya memang bukan dewa. Tidak mungkin bisa mahir dalam segala bidang. Kalau dipaksakan ya akhirnya seperti itu, yang dilakukan tidak ada hasilnya, mahasiswa tidak mendapatkan apa-apa, masih pula makan gaji buta karena di kelas tidak bisa melakukan apa-apa. Kalau sudah seperti itu apakah masih mau diteruskan? Kenapa tidak membiarkan ahlinya saja yang bekerja? Kami jelas akan lebih berbahagia…

2 thoughts on “Dituntut bisa apa saja

    1. Tina Latief Post author

      iya mas, bisa fokus dan benar-benar ahli…
      kecuali untuk peran-peran yang sifatnya kodrati ya. Kalau peran jadi ayah dan pencari nafkah itu ya wajib.. tidak boleh ditinggalkan hihi

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s