Kurang pemanasan

Hari ini hari terakhir mid test. Seperti biasa sebelumnya saya berdoa supaya ujian bisa lancar. Namun entah kenapa saya justru kena sedikit gangguan teknis yang tidak biasa saya alami.

Biasanya menjawab soal essay itu paling mudah karena konsep dan kasus sudah terstruktur di kepala.  Kita tinggal menulis seperti alur cerita. Tetapi untuk hari ini, saya terpaksa menjawab soal yang sama dua kali. Menurut saya jawaban pertama masih perlu diperbaiki. Terlalu bertele-tele. Saking bertele-telenya, jawaban sepanjang satu halaman folio (saya rasa) tidak mewakili maksud alias absurd.

Saya indikasi ini akibat kurang pemanasan. Pemanasan menulis. Padahal biasanya pagi-pagi saya sudah menulis untuk diposting di sini. Rasanya setelah menulis-apapun itu tulisannya-saya bisa lebih konsen dan mudah mengemukakan ide.

Selama ini menulis saya anggap sebagai cara terbaik untuk membantu menyusun kerangka berpikir. Bagaimana cara mengorganisasi ide menjadi konsep, lalu menuliskannya ke dalam paragraf. Secara tidak langsung, ngeblog saya fungsikan sebagai pemanasan sebelum kuliah.

Tapi karena saya tidak menulis pagi ini. Hasilnya, pemanasan berlangsung saat ujian di lembar jawab halaman pertama.

Saya masih ingat bagaimana tulisan sepanjang satu halaman itu saya coret lebar-lebar dan menuliskannya kembali di halaman sebaliknya dengan lebih singkat. Sungguh pemborosan. Boros tenaga, boros waktu, boros lembar jawab, boros semuanya.

Benar-benar hari ini..

2 thoughts on “Kurang pemanasan

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s