Suka menonton film yang sama

Bagi orang lain mungkin tidak, tetapi saya gemar menonton ulang film yang sudah pernah saya tonton sebelumnya. Pertanyaannya, apa tidak bosan menonton film dengan kisah dan jalan cerita yang sama? Entahlah, namun setiap kali saya nonton di waktu yang berbeda, ada saja yang saya temukan yang tidak saya temukan di saat pertama kali nonton.

Misalnya film King Kong. Film ini pertama kali saya tonton di usia SMP kelas 2. Jalan ceritanya ya seperti itu, ada gadis pemain film yang diculik suku aneh untuk dikorbankan ke seekor gorila raksasa. Saat itu yang saya rasakan hanyalah perasaan takut sekaligus sedih yang sangat kontras. Takut karena membayangkan jika gadis itu saya, maka saya akan berada diantara hewan-hewan buas yang menyeramkan. Sedih karena ternyata gorila yang ternyata baik ini akhirnya mati.

Beda perkara ketika hari ini saya nonton lagi. Pertama, memang aneh jika ada binatang buas jatuh cinta dengan manusia di dunia nyata. Namun inti yang saya dapatkan adalah hewan buas itu (Kong) bisa menyayangi apa yang dia sayangi sebegitu besarnya. Saking sayangnya ia rela melakukan apa yang dapat menyelamatkan dan melindungi apa yang ia sayangi. Dari sini saya melihat dengan jelas bagaimana sosok perjuangan yang menyayangi untuk hal yang disayangi.

Saya jadi berpikir, begitukah rasanya ketika seseorang telah menyayangi sesuatu? Apapun akan diperjuangkan untuk hal yang disayanginya itu. Believe me, saya jadi kepikiran Mom dan Fa. Lalu terpikirkan orang-orang di luar sana yang pasrah dengan apa yang terjadi pada hidup dan hal yang disayanginya. Jika binatang saja bisa menyayangi sedemikian besarnya, mengapa manusia tidak bisa?

Jika kamu cinta pacarmu, maka perjuangkanlah!
Jika kamu cinta mimpi dan cita-citamu, perjuangkanlah!

Kedua, tidak hanya manusia yang suka keindahan. Hewan buas seperti Kong pun juga suka yang indah-indah. Masih ingat bukan ketika Kong membawa Ann ke tempat di mana ia bisa melihat sunset dan sunrise?

Kesimpulannya, menonton di waktu yang berbeda bisa memunculkan perasaan yang berbeda pula. Bisa memunculkan kesan dan jalan pikiran yang berbeda pula. Tentu saja faktor usia, jarak waktu tonton, dan kondisi saat nonton juga mempengaruhi kesan yang akan dimunculkan. Bagi saya, untuk bosan dengan film yang sama itu jarang terjadi. Ada banyak hal yang bisa di dapat di film yang sama. Jadi tidak perlu khawatir jika koleksi film di rumah sudah habis ditonton. Tonton saja lagi!

14 thoughts on “Suka menonton film yang sama

    1. Tina Latief Post author

      Tadi sore memang sepi sih mas, ngga ada temennya.

      Kapan-kapan nontonnya bareng deh (beda tempat ngga apa-apa) nanti saya kasih tau mas hehe

      Like

      Reply
    1. Tina Latief Post author

      beda usia, beda kondisi itu tadi mas yang membuat beda. Bandingkan ketika saya nonton saat usia smp tadi, cara pandangnya sudah berbeda…

      Like

      Reply
  1. Isnuansa

    Yang diquote ini pasti motivasi buat diri sendiri, ehehehe…

    Jika kamu cinta pacarmu, maka perjuangkanlah!
    Jika kamu cinta mimpi dan cita-citamu, perjuangkanlah!

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      itu buat warning aja mba nun, biar yang suka pacaran ngga sembarangan. Begitu juga yang punya cita-cita, perlu diperjuangkan sampai tercapai!

      Like

      Reply
  2. Lidya

    aku lebih suka nonton sendiri daripada ramai-ramai kurang konsen. Oh ya dulu nonton kingkong rasanya bagus tapi sekarang agak aneh mungkin karena teknologi yang digunakan sudah lama ya jadi agak terlihat beda

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s