Bedanya chef dengan pedagang warteg

Seorang chef pasti akan memberikan yang terbaik kepada pengunjung restorannya. Adalah sebuah kehormatan jika pengunjung restorannya bisa menikmati dan melahap habis hidangan yang dimasaknya tanpa keluhan sedikitpun. Baginya, makanan yang dibuatnya adalah sebuah seni dan keindahan. Oleh sebab itu, sebisa mungkin ia akan membuat karya yang terbaik. Sebagai seorang artist, tidak mungkin dia akan memberikan makanan rusak kepada pengunjungnya. Jikalaupun begitu, pasti ia akan berkata “Maaf, saya akan buatkan yang baru”

Berbeda dengan pedagang warteg. Baginya makanan adalah keuntungan. Sebisa mungkin makanan yang dijualnya laku habis. Tidak perduli berapa kali makanan itu dihangati, tidak peduli seberapa rusaknya yang penting tidak rugi. Serusak-rusaknya makanan itu dia akan berkata “Ngga apa-apa mba, nanti kalau dikunyah juga masuk perut kok!”

Brengsek memang, tapi itulah bedanya chef dengan pedagang warteg. Orang yang berilmu dengan yang tidak itu jelas berbeda!

9 thoughts on “Bedanya chef dengan pedagang warteg

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s