Loundry dan tempat makan

BROSUR GRAND OPENING.jpg2

Yang saya sadari, berkembangnya usaha laundry dan tempat makan yang menyediakan beraneka jenis makanan dan level harga turut mendukung pola hidup single. Entah itu wanita atau pria, hidup sendiri (menyingle) bukan menjadi masalah lagi. Soal makan dan cuci baju sudah ada yang urus. Tinggal bayar. Waktu bisa digunakan leluasa untuk kerja, dan bersosialisasi. Enak bukan?

Tidak seperti dulu. Makan harus masak sendiri. Mencuci apalagi. Yang kemudian faktor-faktor itu mendorong kebanyakan orang lekas menikah untuk meringankan beban masing-masing.

Kalau kondisinya seperti sekarang, bisa jadi orang akan jadi lebih lama menikah alias menunda pernikahan. Betul begitu?

7 thoughts on “Loundry dan tempat makan

  1. E-One

    Tapi biaya hidup yang harus dikeluarkan semakin tinggi, jadinya kerja juga semakin “kenceng” lagi. Ujung-ujungnya malah cuman kerja doang hidupnya. 🙂

    Meskipun single, masak sendiri sih bisa, saya aja cowok bisa kok sambil kerja. 🙂 Lagipula cost-nya cuma 1/3 dari kalo beli di warung. Sekali makan di warung, bisa buat makan sehari. Hehehe… sekalipun itu di Jogja. 🙂

    Like

    Reply
  2. Pakacil

    Kalau kondisinya seperti sekarang, bisa jadi orang akan jadi lebih lama menikah alias menunda pernikahan. Betul begitu?
    entahlah… hanya saja setelah menikah sayanya lebih suka mengurus isteri dari pada cucian 😀

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s