Yang dikatakan orang tentang desa hanyalah kuliat luarnya

“Sebuah sudut desa” taken by Jarwadi

Dalam cerita anak-anak, sering kali kita jumpai penggambaran  kondisi sebuah desa yang aman, tentram, damai dan permai. Cerita semacam itu memang dianjurkan sebagai salah satu tujuan pendidikan anak di usia dini yang mana anak-anak diharapkan mengerti segala fenomena dengan cara yang positif sehingga nilai-nilai kehidupan yang ada di pikirannya selalu positif.

Namun membaca cerita seperti itu sekarang adalah sebuah lelucon. Desa yang aman, tentram, damai dan permai hanyalah sebuah dongeng dari negeri “tanpa masalah”. Pada kenyataannya, desa yang sebenarnya desa adalah sebuah kesatuan masyarakat yang tidak tanpa masalah. Di dalamnya terdapat realita sosial yang unik namun juga rumit. Kalau desa itu dikatakan baik-baik saja, itupun hanya kulit luarnya.

Seperti yang dituliskan Kuncoroningrat misalnya, tentang Desa Gondosari di Jawa Tengah. Sistem pernikahan di desa tersebut tidak sesederhana menyatukan dua orang yang saling mencintai dalam sebuah pernikahan. Pernikahan di sana dimaksudkan untuk melindungi aset kekayaan keluarga. Terutama bagi kalangan elite desa. Dengan menyatukan kedua mempelai dari kalangan elite desa, kekayaan tidak akan berpindah tangan. Meskipun nantinya berpindah tangan, kekayaan hanya akan berpindah ke dalam lingkungan keluarga. Oleh karena itu, mereka hanya akan menikah atau dinikahkan dengan kerabat dekat saja. Sistem kekerabatan yang seperti ini berdampak pada adanya ketidakterbukaan. Kecenderungannya, kedua kekuatan besar desa yang disatukan akan menjadi penguasa desa. Akan ada banyak konflik selanjutnya yang berkisar pada perebutan kekuasaan karena golongan elite tidak hanya satu atau dua keluarga.

Secara umum, sistem politik adalah bagian dari kehidupan desa yang rumit. Karena desa ada lebih dulu sebelum masa kolonial, maka desa pun tidak terlepas dari campur tangan pemerintah. Seperti judul sumber tulisan ini, Negara di Dalam Desa. Sariendah adalah desa bagian kecamatan Majalaya, Bandung, yakni salah satu desa yang pada saat itu didominasi oleh pemerintahan Orde Baru. Secara fisik Sariendah lebih mirip kota, namun kehidupan di dalamnya memang desa seperti yang kita harapkan.

Adanya program listrik dan televisi masuk desa merupakan bagian dari dikte pemerintahan Orde Baru yang bertujuan mencari dukungan. Mudahnya, adanya listrik adalah keharusan mereka untuk balas budi yakni dengan mendukung Golkar pada pemilihan umum mendatang. Pemberian televisi secara cuma-cuma itupun bertujuan untuk meyakinkan penduduk yang belum sepenuhnya yakin akan keunggulan Golkar. Pada saat itu arus informasi atau bisa kita katakan sebagai doktrin disiarkan langsung melalui televisi. Masyarakat di sana bisa menghabiskan waktu sore mereka dengan duduk di depan televisi dengan tirai tertutup. Secara historis, pemberian fasilitas tersebut menjadi dasar paradigma masyarakat Sariendah. Jika bukan karena pemerintah, desa tidak akan seperti ini.

Dari dua desa yang dibahas di atas, sudah jelas bahwa desa yang sering kita dengar aman, damai tidak sepenuhnya demikian. Rumitnya tidak kalah dengan negara kita. Ada kisah unik sekaligus rumit dibalik keberadaan mereka sekarang yang bisa dijelaskan dengan penalaran dan penelitian. Siapa tau, ada kisah yang belum diketahui dibalik desa tempat Anda tinggal.

1 thought on “Yang dikatakan orang tentang desa hanyalah kuliat luarnya

  1. zilko

    Ya, yang namanya manusia atau satu kumpulan orang atau yg lebih besar lagi (desa, kota, dst) pasti memiliki masalahnya masing-masing ya. Jangankan desa, seorang yang terlihat bahagia pun pasti memiliki masalahnya sendiri 🙂 , walaupun dari luar ia nampak baik-baik saja dan enjoy dengan kehidupannya 😀 .

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s