Ngobrol itu, susah-susah menjengkelkan

Ngobrol itu susah-susah gampang. Malah kadang menjengkelkan.

Misalnya saja masalah IP. Sepanjang yang saya amati kemarin, IP itu sebenarnya topik sensitif di kalangan mahasiswa. Sudah pasti ada kelompok yang menganggap cerita-cerita masalah IP itu haram hukumnya (privacy), tapi juga sebaliknya ada kelompok tertentu yang fulgar-fulgar saja cerita.

Treatment jika kita berada dalam kedua kelompok tersebut tentu berbeda. Dengan kelompok “privacy”, tentu kita lebih menghindari topik obrolan yang menyangkut IP dan lebih memilih topik obrolan yang lain. Sedangkan kita bisa lebih enjoy dengan kelompok “fulgar” tanpa susah-susah memilik topik pembicaraan yang lain.

Mulanya saya pikir mengkondisikan suasana perbincangan dengan kelompok “privacy” akan lebih susah, nyatanya tidak begitu juga. Di dalam kelompok “fulgar” ternyata masih ada kelompok lain yang memerlukan treatment yang berbeda.

Masih masalah IP. Sifatya hampir sama dengan kelompok “fulgar”. Aktif dalam memberikan umpan dan feedback. Jika satu pertanyaan yang kita jawab tidak cukup memuaskan, maka kita akan diminta menjawab pertanyaan-pertanyaan lainnya. Bagi orang seperti ini, menjawab semua pertanyaannya adalah bentuk penghormatan baginya. Namun mengkondisikan perasaan dibalik perbincangan itulah yang susah.

Misalnya seperti yang saya alami kemarin,
“Eh, IP lo kemarin berapa?”
“ah standar saja”.
“Iya, berapa?”
“Ya berapa sih standarnya UI”
“Oh, jadi 3 koma berapa?”
“………”

[kepo amat]

Jawaban terakhir inilah yang menentukan kondisi perbincangan selanjutnya. Dan biasanya saya langsung malas menjawab. Pengalaman, orang yang saya jawab akhirnya justru badmood dengan jawaban saya. Pelajaran bagi yang mau bertanya. Apapun itu, kalau belum siap mendengar jawabannya lebih baik tidak usah bertanya.

12 thoughts on “Ngobrol itu, susah-susah menjengkelkan

  1. Ina Rakhmawati

    wihihihi iya emang sensi tuh bicarain masalah IP.
    Kalo IP kita gede, ntar ngomong malah bikin temen galau.
    kalo IP kita kecil, malu ngomong salah2 kita yg jadi galau.
    salam kenal ya ^^

    Like

    Reply
  2. Ni Made Sri Andani

    ha ha ..iya bener. Nggak semuanya percakapan itu mudah. kadang harus menyesuaikan diri dengan keadaan. kadang udah menyesuaikan diri juga, masih tetap membutuhkan penyesuaian diri yang kedua he he

    Like

    Reply
  3. zilko

    Ya, percakapan memang beda antara satu grup dengan lainnya ya. Grup yang ini lebih suka topik begini, yang lain lebih suka yang berbeda, hehehe 🙂

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s