Tentang anak dan orang tua

Anak-anak sekarang seharusnya lebih bahagia karena orang tua yang kurang bahagia di jamannya berusaha keras memperjuangkan kebutuhan anaknya untuk lebih bahagia dibandingkan diriya dulu. Mencukupi segala kebutuhan yang tidak dirasakan orang tuanya dulu. Kasih sayang, perhatian, pendidikan, fasilitas, lingkungan kondusif. Jangan sampai anak kita mengalami nasip seperti kita dulu.

Seharusnya anak-anak yang terlahir sekarang akan menjadi anak yang lebih baik dari orang tuanya. Baik secara moral, pendidikan, pengetahuan, pencapaian, dan segala-galanya. Karena anak yang seperti ini telah dibangun orang tuanya untuk bisa lebih maju beberapa level di atas orang tuanya. Orang tua yang hanya lulusan SD, pasti tidak mau anaknya hanya menjadi lulusan SD. Meski faktor-faktor lain seperti ekonomi sulit, ia akan berusaha memperjuangkan anaknya agar bisa lulus SMP atau SMA. Orang tuanya guru SD, bisa jadi anaknya dosen atau profesi lain yang lebih tinggi. Orang tua pengemis atau pencuri pun tidak ingin anaknya mengikuti jejaknya. Mereka akan berharap lebih dan lebih karena orang tua telah memiliki pengetahuan dari pengalaman hudupnya.

Tetapi jika anaknya tidak lebih baik dari orang tuanya sesungguhnya orang tualah yang bersalah. Bersalah mengapa tidak memberi kepercayaan dan dukungan bahwa ia akan menjadi seseorang yang lebih baik dari orang tuanya. Bersalah mengapa pola pikir anaknya tidak lebih baik dari orang tuanya. Yes yes, sepenuhnya itu tanggung jawab orang tua. Menjadi apa anak yang sekarang adalah cerminan orang tua. Seberapa banyak, seberapa besar mimpi dan pengetahuan yang dimiliki orang tua tergambar jelas pada anak.

Menjadi orang tua itu mudah. Tetapi menjadi orang tua yang baik itu sangat-sangat susah. Pertanyaan mendasar bagi orang yang ingin membangun keluarga adalah “Keluarga seperti apa yang akan dibangun?”. Lalu, pertanyaan besar bagi orang tua adalah “Akan membesarkan anak seperti apakah kita?”

Baru setelah itu mereka baru memiliki alasan mengapa berkeluarga, mengapa ingin menjadi orang tua. Kalau tidak, Anda benar-benar tidak layak bermimpi. Loh, anak itu bukan untuk coba-coba!

One thought on “Tentang anak dan orang tua

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s