Change now, or disappointed

Intinya adalah, belajar itu butuh kenyamanan. Butuh mood yang bagus. Kalau tidak hasilnya akan keluar sebagai sampah. Garbage In Garbage on. 

Saya sendiri adalah tipe pemelajar yang tidak bisa belajar dibawah ancaman dan ketidaknyamanan. Jadi sebisa mungkin segala sesuatunya harus kompatibel dengan saya. Ruang kelas, mata kuliah, mood, dan tentu saja si penyampai materi.

Masih ingat cerita saya tentang dosen killer? Ya, saat itu keberanian dan semangat saya untuk mematahkan rumor-rumor tak sedap tentang mata kuliah yang satu ini masih menggebu. Meski di cerita sebelumya saya terlihat saya sekali, kali ini saya tidak sepaham dengan konsep “be your self”.  Sebagai mahkluk kontradiktoris, untuk kasus ini saya tidak bisa benar-benar menjadi diri sendiri. Saya pun memutuskan undtuk drop dan pindah ke kelas yang baru bersama teman-teman. Dosen baru.

Masalahnya adalah Anda akan belajar dan menambah ilmu. Dengan siapa Anda akan belajar, seharusnya ditentukan sendiri. Kalau menurut Anda orang tersebut tidak bisa menambah ilmu Anda dan justru membuat Anda tidak nyaman atau terbebani, maka sudah layak untuk cari yang lain. Tentukan sekarang, atau menyesal ketika kesempatan terlewatkan. Cari yang bisa menginspirasi. Cari seseorang yang bisa membangun kita untuk bisa belajar banyak, bukannya mematahkan semangat. Dan tentunya bisa membuat kita mengeluarkan output yang bisa disebut bukan sampah. 

Nah, mudah-mudahan saja dosen kali ini lebih baik dari sebelumnya. Semoga saya lebih beruntung kali ini.

5 thoughts on “Change now, or disappointed

    1. Tina Latief Post author

      makasih mba lid…
      kalau untuk belajar indoor iya, memang tidak bisa, tapi kalau harus turlap ya ngga bisa nolak..
      yang penting dosennya udah ganti deh..

      Like

      Reply
  1. Dinneno

    Aku senang dengan kalimat ini “Sebagai mahkluk kontradiktoris, untuk kasus ini saya tidak bisa benar-benar menjadi diri sendiri
    Ya masih enak kalo kampusnya membebaskan mahasiswa untuk memilih dosen yang akan mengajarkan, kalo semua sudah terstruktur gimana? Ya mau gak mau tetap harus mau.

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Anu mas, di kampus memang ada mata kuliah wajib yang sudah dipaketkan. Kelompok kelas juga ditentukan. Saya pikir tadinya tidak bisa berubah, nyatanya memang bisa berubah..
      Dan itu anugerah dan keberuntungan saya memang..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s