Merasa gagah dengan sepeda motor

Hari Rabu sore lalu saya jogging dengan rute jalan ke arah Paliyan. Menurut saya cuaca sore itu bagus meskipun menjelang petang sempat hujan. Saya berhasil menyelesaikan setengah rute yang seharusnya dan meneruskan jalan sampai sekitar 3 km. Lumayan saya pikir untuk pemanasan setelah sekian lama tidak jogging. Itung-itung sekalian menikmati jalan-jalan bersama pacar 😀

Sayangnya perjalanan sempat terganggu dengan pengendara motor berisik yang seenaknya saja mengendarai motornya di jalan. Brooooommmm brooooommmm ngggwwweeeeeeenggggg wushhhhhhh. Motor dikendarai bak orang kesetanan. Mesin digembor-gemborkan dan dikendarai dengan kecepatan tinggi tanpa perduli dengan orang lain. Jangankan dengan pejalan kaki, dengan pengendara lainnya pun tidak ada etika. Apa dengan mengendarai seperti itu akan terlihat gagah? Jagoan? Keren? Begitu?

Akan tetapi sepertinya orang-orang di sini baru senang-senangnya memiliki motor. Tidak anak-anak, remaja ataupun orang tua saat ini sedang jatuh cinta dengan motor. Anak-anak yang belum punya SIM sudah berani ke sekolah dengan motor. Bapak tani yang biasanya memikul hasil panen, kini berbondong-bondong dengan sepeda motor. Tidak aneh lagi jika perjalanan dekat sekalipun tetap ditempuh dengan motor.

Tetapi saya pikir orang-orang ini berlebihan. Jika ingin mempermudah akses, setidaknya bisa menghargai pengguna jalan yang lain. Saya yakin yang membuat seseorang kelihatan gagah, ganteng dan keren bukan merk motor, harga helm, dan bagaimana cara ia mengendarai motor.  Alangkah baiknya jika mengendarai kendaraan tanpa meninggalkan etika dan sopan santun.

5 thoughts on “Merasa gagah dengan sepeda motor

    1. Tina Latief Post author

      Selama ini kampanye masih jadi pilihan untuk mensosialisasikan sesuatu. Kampanye go green yang mendunia saja susah dan sulit terlaksana. Bagaimana dengan kampanye etika berkendara? Saya rasa susah mba ev, meskipun tidak ada salahnya mencoba. Itu lebih baik

      Like

      Reply
  1. pelancongnekad

    biasanya kalau yang suka kebut-kebutan dan mengendarai motor kayak orang kesetanan tuh yang baru bisa bawa motor, jadinya pengen pamer. Seorang mantan pembalap jalanan saja menasehati saya untuk tidak kebut-kebutan di jalan, kalau mau ya langsung ke arena balap.

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Betul, ada motive seperti itu mas. Tapi jadi norak, hari gini masih ngga tau etika, kasihan. Betul, sebaiknya ngebut di arena saja. Lagipula di arena balap juga ngga bebas, ada aturan.

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s