Cuaca, liburan, penyakit

Cuaca di Jogja yang penuh hujan seperti sekarang ini bukan pertama kalinya yang pernah saya lihat. Dingin, basah dan becek, saya pikir saya sudah memiliki kemampuan adaptasi yang baik dengan ketiga hal tersebut. Maksud saya, rutinitas seperti bangun pagi, sholat, dan mandi akan tetap berjalan sesuai dengan jadwalnya. Sayangnya yang terjadi justru sebaliknya, ketika saya kembali ke Jogja untuk liburan, saya tidak bisa melakukan rutinitas itu tepat jadwal.

Sudah seminggu di Jogja saya selalu bangun setengah tujuh. Karena itu, saya shalat subuh terlambat. Ketika suhu mulai menusuk tulang, saya mengurungkan diri untuk mandi lebih awal. Kalau tidak karena ada kepentingan, mungkin saya tidak akan mandi dibawah jam sebelas. Pola seperti ini berbeda sekali ketika saya di Jakarta bersama rutinitas kampus setiap harinya. Apakah ini yang disebut penyakit liburan: seseorang akan berubah menjadi malas ketika sudah terkena libur panjang, tau pengaruh tubuh yang belum dapat beradaptasi kembali dengan cuaca dan suhu yang cukup ekstrim?

Tetapi bisa jadi orang dengan aktivitas biasa akan berusaha bangun pagi meski kondisi cuaca ekstrim, bukan begitu? Hehehe, tetapi pekerjaan yang seperti ini kok terdengar seperti diciptakan untuk memaksa manusia agar kelihatan rajin. Memang penyakit…

 

11 thoughts on “Cuaca, liburan, penyakit

  1. nengwie

    hehehe.. waktu teteh liburan ke Indonesia, juga kena ini penyakit males, pokoknya yg suka dilakukan di rumah, sebisa mungkin ngga, seperti masak…kalau di sekitar rumah banyak yg enak2 dan disuka..kenapa harus bikin? beli sajaah 😀
    Pokoknya memanjakan diri sendiri dan memanjakan ibu juga adik dan kakak selama liburan 🙂

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      kalau saya lagi suka kulineran mba Wie, semalam saya makan rebung yang dimasak gulai. Ngga jauh-jauh sih, manjain lidah sama masakan Mom 😀
      sambilan muji masakan mom biar dibikinin makanan yang enak-enak melulu..

      Like

      Reply
      1. nengwie

        HHmmmm… lecker, enak banget ngebayanginnya.

        Memang kalau dimasakin itu enak yaa.. teteh juga kalau pulang pengennya makan masakan emak, beda gitu berasa nikmaaat sekali.

        Pokoknya mah masakan emak memang uenaaak, salam ya buat mamanya.

        Like

    1. Tina Latief Post author

      kalau mas Cahya harus bisa bangun setiap saat, coba kalau ada orang yang datang tergopoh-gopoh di jam istirahat, pastinya harus bangun 😀

      Like

      Reply
      1. Cahya

        Kalau itu sih sudah biasa, jadi dokter yang bertugas itu ndak akan ada yang namanya tidur nyenyak, seperti tentara di medan perang, nikmati saja :D.

        Like

    1. Tina Latief Post author

      kalau di Malang juga sedang musim hujan ya mas?
      seekstrim apa hujannya? hujan angin campur badai begitukah?

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s