Mau ditawar berapa?

Hal tawar menawar yang terjadi di pasar itu wajar karena selain mencari uang adalah hal yang sulit bagi sebagian besar masyarakat pada umumnya, orang cenderung menginginkan barang yang murah yang berkualitas. Sebisa mungkin orang akan berusaha untuk mendapatkan barang  seperti yang diinginkannya. Seseorang bisa menawar dagangan orang dengan semurah-murahnya karena di dorong keinginan untuk mendapatkan barang murah.

Saya membayangkan bagaimana perasaan si penjual kangkung jika 3 ikat kangkung yang dilabeli harga seribu perak masih ditawar menjadi seribu 4 ikat. Juga ketika seorang ibu-ibu membeli seperempat kilo cabai, mengapa masih saja menambahkan segenggam lagi tatkala pedagang telah memberikan cabai sejumlah timbangan yang diminta. Sudah murah, namun masih ditawar-tawar juga. Sampai suatu ketika saya menjumpai pedagang yang emosinya meluap karena dagangannya ditawar dibawah harga modal. Memang terdengar tidak beradab bagi si pedagang, namun ujian bagi pembeli.

Namun, entah apa yang akan saya lakukan ketika suatu saat saya membutuhkan sebuah barang tetapi saya berada dalam kondisi perekonomian yang tidak lancar. Orang yang perekonomiannya sudah membaik pun  jika masa lalunya mengalami kebobrokan perekonomian yang cukup lama bisa saja masih dalam sikap yang sama. Lantas mau ditawar berapa?

3 thoughts on “Mau ditawar berapa?

  1. chrismanaby

    Kalo saya ndak pinter nawar, soalnya suka ndak tega kalo harus nawar smpe hrga di bawah bnget, al hasil sering kemahalan kalo beli sesuatu, mkanya skrang kalo beli apa2 yg nawar si mas aja 😀

    Like

    Reply
  2. jarwadi

    ada banyak orang yang merasa puas ketika mereka bisa membeli barang yang spesifikasinya sama dengan harga termurah. kepuasan mereka bukan karena saving dari selisih harga yang mereka dapatkan, tetapi karena egonya merasa menang.

    beberapa kali pernah menjumpai pembeli yang dengan bangga menceritakan bagaimana mereka membawa belanjaan dengan “harga terbaik”, padahal dia harus meluangkan waktu dan transport yang kalau dihitung-hitung malah lebih mahal dari selisih harga belanjaan yang mereka bilang lebih murah.

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s