Akhirnya mencoba spekun

Jakun, bikun dan semua yang kuning di kampus mungkin sudah saya coba. Pada akhirnya saya pun dapat menikmati spekun. 

 

spekun ui

Selain bikun, spekun atau sepeda kuning memfasilitasi mahasiswa dan civitas akademika yang diharapkan membantu mengurangi kendaraan bermotor di lingkungan kampus. Sayang sekali, selama satu semester beraktivitas di lingkungan kampus saya belum pernah sekalipun mencoba spekun.

Bisa saya katakan aktivitas yang padat di semester pertama membuat saya lebih memilih bikun atau ojek kampus.  Lelah dan panas mudah sekali mengalahkan keinginan seseorang untuk mengikuti “use public transportation to reduce pollution” seperti yang terpampang jelas di badan bus kuning. Dan jika sudah lelah, orang akan lebih memilih membayar tenaga orang lain daripada mengeluarkan tenaganya sendiri. Seperti yang saya lakukan selama setidaknya 6 bulan kemarin.

Tetapi siang ini saya berhasil menekan keinginan menunggu bikun meskipun badan masih tidak nyaman untuk banyak mengeluarkan tenaga. Cukup lelah dan berkeringat karena kondisi badan tidak fit, namun perjalanan dengan spekun menuju ke asrama siang ini membuat saya gembira.  Akhirnya saya bisa mencoba yang kuning satu ini. Saya berharap ada warna kuning lain yang bisa saya coba.

Or maybe something yellow in Jogjakarta. Saya berharap segera bisa melihat matahari terbit di sana 🙂

2 thoughts on “Akhirnya mencoba spekun

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s