Sedikit pelajaran tentang tanggung jawab dan kepercayaan

Kepercayaan dan tanggung jawab adalah suatu hal yang tidak terpisahkan. Rasanya demikianlah yang saya dapatkan beberapa minggu ini.

Memang bukan hal besar. Beberapa waktu ini saya mengkoordinatori beberapa project akhir di perkuliahan. Saya juga menjadi penanggung jawab di ajang perlombaan Gelas Maba 2012 yang akan dilangsungkan esok hari. Cukup melelahkan, dan mungkin benar-benar menguras tenaga dan waktu, saya sampai kurang tidur dibuatnya. Sudah 3 hari ini, terhitung sejak hari Rabu, saya tidak tidur di jam-jam normal. Selalu saja dini hari. Yang paling parah yang terjadi di hari Jumat, pagi kuliah dilanjut perjalanan ke Jakarta mencari bahan project kuliah, lalu langsung mengerjakan project Gelas Maba sampai pukul 4 pagi. Esoknya, saya pergi outbond bersama angkatan Sosio 2012-2010.

Pertanyaannya adalah mengapa saya mau dan sukarela melakukannya? Mulanya saya tidak begitu perduli. Benar-benar ignorant sekali rasanya saat itu. Saya mempertimbangkan segala kemungkinan yang mengganggu kuliah dan UAS yang akan dilangsungkan 1 minggu lagi. Belum lagi tugas kuliah yang menumpuk. Tetapi hati saya terketuk oleh seorang teman yang meminta saya menjadi penanggung jawab dalam project ini. Begitu banyak dukungan yang diberikan oleh teman-teman membuat saya berpikir, bukankah itu sebuah kepercayaan. Mereka percayakan tanggung jawab ini karena mereka percaya saya mampu melakukannya. Dan lagi, hal ini akan menjadi sebuah pelajaran besar dan tantangan untuk saya di kedepannya. Β Akan ada hal di mana saya harus berperan ganda dalam berbagai macam tugas. Esensinya, ini adalah pembelajaran untuk saya. Ketika saya melakukan sesuatu hal dengan sungguh-sungguh, saya yakin akan ada manfaat yang dapat saya ambil. Tau bahkan saya akan dipertimbangkan untuk hal-hal yang lebih besar.

Bukankah semua hal yang besar diawali dari yang kecil terlebih dahulu? Anggap saja ini awal project dari pak dosen πŸ˜€

10 thoughts on “Sedikit pelajaran tentang tanggung jawab dan kepercayaan

    1. Tina Latief Post author

      kalau seandainya yang tidak ada sumber daya yang proporsional dengan pekerjaannya lagi gimana mas? apakah kita masih perlu memikirkan proporsionalitas?

      Like

      Reply
  1. giewahyudi

    Iya, sebuah kepercayaan memang harus dibayar dengan sebuah pertanggung-jawaban agar semuanya merasa senang. Kalau sibuk hitung-hitung juga, Mbak, jangan sampai kita jadi orang yang paling dikorbankan padahal kita yang bekerja keras..

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      iya mas, pengalaman kemarin saya mengerjakan backdrop untuk pementasan Gelas Maba saya lelah sekali. Dari 72 orang yang sudah dibagi ke dalam divisinya masing-masing hanya beberapa saja yang aktif. Akibatnya yang lelah ya lelah..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s