Sambatan, sekarang pekerjaan berat menjadi semakin berat

SAMBATAN

Gambar ini diambil oleh kawan-kawan KKN UAJY tahun 2008 di desa Gerjo

Saya yakin sebelum tahun 2008, budaya sambatan atau lebih dikenal dengan kerja bersama tanpa pamrih terasa lebih intens daripada ketika kegiatan ini berlangsung pada tahun yang sama ketika gambar ini diambil. Yang saya ketahui, sambatan adalah kegiatan kerja yang bertujuan untuk meringankan sebuah pekerjaan yang berat jika dikerjakan perorangan.

Biasanya tidak ada upah dari orang yang meminta agar turun rembug dalam sambatan. Kalaupun ada itupun hanya sekedar makanan dan wedang alakadarnya. Seperti yang ditunjukkan gambar, saat itu masyarakat sedang mengerjakan cor blok jalan yang masih berkerikil tajam. Penganan yang disediakan pun sangat sederhana. Hanya krupuk kecipir dan teh pahit yang jika dimakan tidak menggantikan tenaga yang dikuras saat bekerja. Prinsipnya, adalah gotong royong. Pekerjaan berat akan terselesaikan dengan cepat jika dikerjakan bersama-sama.

Namun jika saya refleksikan ke dalam kehidupan kampus, prinsip ini terjungkir balik. Pekerjaan yang seharusnya lebih cepat jika dikerjakan bersama justru semakin lama selesai. Kebanyakan, anggota kelompok kerja justru menggantungkan pekerjaan kepada ketua kelompok dan membiarkan seseorang mengerjakannya sendirian. Asumsinya jika mengangkat batu 20 kg  itu berat, dengan 5 pasang tangan yang ikut menjunjung, batu itu akan terasa ringan. Kenyataannya, ada 5 orang tenaga  namun hanya 1 yang  mengeluarkan tenaga. Kalau begitu, ada 5 orang atau tidak tetap sama saja dikerjakan sendiri.

Sambatan model sekarang, pekerjaan yang berat semakin tambah berat. Bukti lunturnya nilai-nilai budaya memang benar adanya..

11 thoughts on “Sambatan, sekarang pekerjaan berat menjadi semakin berat

    1. Tina Latief Post author

      belum sepenuhnya itu artinya ada yang sudah hilang kan, apakah menurut Anda itu bukan sesuatu yang perlu dipertanyakan?

      Like

      Reply
  1. JNYnita

    Kalau di dunia kampus, awalnya emang berat karena di setiap individu blum ketauan bakatnya masing2, setelah ketauan jd gampang pas bagi tugas…
    Kalau aku di kampus, biasanya dapet bagian desain, bikin power point, foto-foto, bikin buletin… ya kerjanya jadi gitu-gitu aja, bosen sih cuma dengan begini kerjaan jd cepet dibanding maksain orang yang gak terbiasa untuk membuatnya yang malah bikin dia frustasi & malah gak selesai-selesai…

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      kalau di dalam pekerjaan itu mengharuskan kerja tanpa adanya bakat terlebih dulu, menurut mba nita gimana? Misalnya seperti contoh pada gambar. Terkadang punya bakat atau tidak harus dianggap konstan untuk pekerjaan yang tidak mengenal bidang keahlian. Misalnya ingin membuat kerangka mammoth, dalam hal ini tenaga yang tersedia ya yang ada saja. Apakah yang dalam hal ini harus menunggu bakat?

      Like

      Reply
      1. JNYnita

        itu kan pekerjaan fisik, semua orang bisa lah… asal ada komandonya yang ngerti… intinya harus ada leader dan pembagian tugas…
        kerja fisik pun harus sesuai skill masing2 juga, misalnya nih di rumahku lagi manggil tukang, Papaku sebagai komandannya harus tau tukang yang ini jago dimana, yang itu jago untuk ngerjain apa…

        Like

  2. Harmony Magz

    Masalah klasik anak sekarang… dikeluhkan juga sama pacar saya… temannya sulit banget kalo diajak kerja kelompok, maunya “nggandul”. Padahal jaman saya kuliah dulu, 2005-2009 ga separah itu sih anaknya… yang mangkir paling 1-2 orang… ckckckck…

    Like

    Reply
  3. Evi

    Betul sekali Tin, sambatan kalau isinya anak sekolahan berarti ada yg kesenangan karena bebas tugas ada pula yg penuh penderitaan karena terpaksa mengerjakannya sendiri. Ini tak lihat dari anak bungsuku, yang selalu terpilih jadi ketua kelompok dan akhirnya jadi tumpuan harapan teman2nya..

    Like

    Reply
  4. Muh Nahdhi Ahsan

    Di desa tempat tinggal saya di lereng Merbabu (Magelang) sambatan masih sangat menyenangkan mbak. Rasa guyub dan aktifitas tanpa pamrih masih sangat kental terasa. Kalau sambatan itu biasanya untuk membantu seseorang, misal membangun rumah, bongkar pagar rumah, dll. Kalau untuk urusan bersama seperti membuat selokan, bersih-bersih lapangan, pasang bendera 17an, dan kegiatan semacamnya namanya kerja bakti atau gugur gunung.

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s