Apa cita-cita orang dewasa?

Pertanyaan yang paling mudah bagi anak-anak namun paling sulit bagi orang dewasa adalah pertanyaan ” Apa cita-citamu?” dan ” Mau jadi apa?”

Saya pun mengalami hal yang serupa. Dulu saya mudah sekali menjawab “Mau jadi astronaut”, “Mau jadi polwan”, “Ilmuwan”, Β “Designer” dll. Namun ketika usia tidak lagi berdigit tunggal, saya justru kesulitan menjawab pertanyaan itu. Padahal sudah lebih banyak pengetahuan daripada dulu. Kebanyakan sesuatu yang saya inginkan masih abstrak.

Jika saya mengalami kelainan, maka semua orang yang saya wawancarai kemarin juga kelainan, termasuk teman-teman satu angkatan yang berjumlah 72 orang. Mengapa semakin dewasa justru semakin sulit menemukan cita-cita bahkan yang sederhana adalah sulitnya menemukan passion.

Beberapa orang mengatakan hal itu terjadi karena beberapa faktor X seperti, masa kecil banyak bidang yang ditekuni sehingga dewasanya tidak fokus ingin menjadi apa. Ada pula yang terbebani tanggung jawab dan tekanan dari berbagai pihak yang menuntut untuk segera bekerja, menekuni bidang yang tidak disuka dan ada pula yang menekuni sebuah bidang tertentu karena prestisenya saja. Bergengsi, namun kalau tidak enjoy? Akibatnya banyak pekerjaan terbengkalai dan asal-asalan karena dikerjakan tanpa ada faktor “suka”. Mimpi yang sebenarnya ada, menjadi samar-samar dan hilang sama sekali.

Bagaimana menurut Anda?

 

13 thoughts on “Apa cita-cita orang dewasa?

  1. Muh Nahdhi Ahsan

    Mengerjakan pekerjaan itu memerlukan passion. Cita-cita saya waktu masih kecil ternyata masih sama dengan cita-cita saya sekarang (dengan sedikit modofikasi). Ayah ibu saya seringkali mengingatkan kalau dulu saat di TK guru saya bertanya tentang cita-cita, cuma saya yang jawabannya beda dengan teman-teman.

    Like

    Reply
  2. Harmony Magazine

    Dulu waktu kecil saya malah dianggap aneh karena ketika ditanya guru tentang cita-cita, saya menjawab tidak tahu. Waktu itu saya memang jujur tidak tahu akan menjadi apa. Satu-satunya pekerjaan yang saya tahu adalah PNS dan saya tidak ingin, makanya saya bilang tidak punya. πŸ™‚
    Nah, pas dewasa barulah saya punya cita-cita… jadi petani… hehehehe…

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      bersyukurlah ada yang mau jadi petani..
      kalau semua jadi pejabat siapa yang nantinya akan memasok bahan makanan di kota-kota yang sudah tidak mungkin menjadi lahan pertanian.

      Saya sampai sekarang masih punya cita-cita memiliki perkebunan mas..

      Like

      Reply
  3. Lidya

    berarti PR untuk orang tua agar selalu mendukung cita-cita anaknya ya, jangan membebani harus jani ini harus jadi itu. ktia hanya mengarahkan dan mendukung keputusan sebaiknya anaknya sendiri yang memutuskan

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      kalau saya lebih baik seperti itu mba,
      saya juga ngga mau kalau cita-cita dipaksain.
      Masakah saya yang takut darah disuruh jadi dokter πŸ˜€
      hihihi

      Like

      Reply
  4. Evi

    Yg lebih parah kalau bertanya pada orang setua aku Tin. Kalau ada yang bertanya apa cita2ku jawabnya: emang penting gitu punya cita2? Hahaha parah ya

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s