Masih menggunakan correction pen?

Hery Nugroho Djojobisono

Ini komentar Om Hery terkait dengan foto yang saya posting di Facebook kemarin. Berniat memberitahukan buku kiriman dari Pak Dhe Cholik sudah sampai, ternyata benda yang saya potret di kelas kemarin tidak hanya buku #Partikel-nya #Dee tetapi si correction pen juga ikut menyembul disebelah si buku.

Masih menjadi sebuah pertanyaan bagi saya mengapa pabrik correction pen masih berdiri. Anehnya, saya sendiri masih menggunakan benda yang satu itu di kelas berbarengan dengan maraknya gadget dengan aneka ragamnya itu. Saya sendiri bisa dibilang tidak bisa lepas dari pc.

Sekarang sudah tidak jaman berkirim surat lewat pos. Sekarang handphone dan pc dijadikan media untuk berkirim surat elektronik. Seharusnya, kehadiran surat elektronik membawa perubahan besar bagi pabrik alat tulis seperti buku, pensil, pulpen dan tentunya correction pen karena untuk mengedit tulisan kita hanya cukup menekan tombol backspace atau delete. Seharusnya, tas mahasiswa isinya hanya laptop atau gadget yang lain. Tugas dan hasil diskusi bisa dikirim lewat email. Tidak perlu membuang kertas.

Namun, fakta yang ada menunjukkan kalau buku dan alat tulis lainnya masih lengkap menjadi kebutuhan mahasiswa. Cukup aneh sebenarnya karena pemakaiannya dibarengi dengan pemakaian pc. Opini saya, selagi budaya pemakaian kertas dan pulpen untuk mengerjakan berbagai tugas dan ujian masih seintens dulu, saya rasa correction pen masih akan terus digunakan. Berbeda jika ujian atau tugas-tugas kuliah sudah beralih menggunakan email atau murni hasil cetak dari tulisan di pc, mungkin correction pen tidak akan digunakan lagi, terlebih, nilai kesahihan tulisan yang dibuat di kertas ujian turut menentukan nilai mahasiswa.

Karena saya belum punya data, jadi ini masih sekedar prediksi…

7 thoughts on “Masih menggunakan correction pen?

  1. jarwadi

    sejak jaman sekolah menengah pun saya jarang sekali menggunakan correction pen, kalaupun terpaksa sekali memakai, saya biasanya minjem teman. pikir saya saat itu correction pen is too old fashioned way 😀

    Like

    Reply
  2. sunarno2010

    aku termasuk yang tak suka pakai correction pen, tapi ketika mengotak-atik jadwal mata pelajaran yang 37 kelas itu maka corection pen tak ada alternatif lain kecuali kupakai juga

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s