Buku Enid tidak seseru dulu

Lima sekawan mencari warisan ratuTidak seru lagi? Padahal saya sangat menyukai buku-buku karya Enid Blyton. Kebetulan, minggu kemarin saya menemukan e-book karya Enid Blyton jadi sambilan menunggu buku kiriman Pakdhe Cholik, weekend ini saya membaca buku yang saya temukan itu. Dari beberapa buku yang saya download, saya telah menyelesaikan satu buku yang berjudul Mencari Warisan Ratu.

Bagi yang telah mengenal gaya tulisan Enid, tentunya yang gemar berpetualang akan sangat suka mengikuti alur ceritanya. Namun entah mengapa  usai membaca saya justru menemukan perbedaan emosi di sana. Dulu, pertama kali saya membaca buku Enid adalah ketika saya masih SD. Kemudian menemukan keasyikan yang luar biasa pada buku-bukunya saat SMP. Setelahnya saya tidak pernah lagi membaca bukunya hingga baru di tahun 2012 ini lagi saya membacanya.

Bukan buku Enid tentunya yang tidak memberikan kesan menarik, mungkin ini karena usia saya yang makin dewasa. Buku-buku kuliah tentunya lebih berbobot daripada buku-buku SMA. Keseringan membaca buku yang berkonten cukup berat membuat saya lebih banyak serius. Apakah bagi saya sekarang buku Enid tidak  berbobot seperti dulu? Mungkin benar. Petualangan saya yang sekarang lebih berbobot daripada kisah Timmy, Julian, Anne, Dick dan George dalam Lima Sekawan. Tetapi seperti kebanyakan remaja lainnya, ada kalanya saya ingin kembali ke masa anak-anak yang mana pada usia itu saya bisa menikmati buku-buku dengan segudang petualangan seru ini.

Bagi yang mau mencoba menikmati buku-buku Enid bisa download di sini. Ah… kenapa buku dari Pak dhe belum sampai juga ya.. 😦 #stillwaiting

9 thoughts on “Buku Enid tidak seseru dulu

  1. JNYnita

    Partikel bagus lhooooooo…. *bikin makin gak sabar, hehehe*
    Manteb lah untuk buku yang ditelorkan 8thn….

    Mungkin ini rasa yang sama saat aku baca wizard of oz, terlalu sederhana sehingga membosankan…

    Tapi aku suka cerita anak-anak untuk memelihara excitement!!

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      iya mba, cerita anak-anak memang harus bagus, perlu lebih banyak penelitian daripada pengalaman dan imajinasi.. Ngga bisa sembarangan kalau buat buku anak-anak..

      btw, sampai sekarang bukunya belum sampai 😦
      hiks kemana yah si partikel 😦

      Like

      Reply
      1. JNYnita

        Dulu aku pernah baca buku karangan Madonna lho, cerita anak & ternyata bagus!! Baca pas di perpus LIA, tp lupa judulnya apa.. itu aku nobatkan must read…

        Like

  2. Wong Cilik

    bisa jadi karena pola pikirnya sudah berubah, jadi memang sudah nggak cocok lagi baca buku anak-anak …
    Enid Blyton ini salah satu pengarang favoritku waktu kecil. memang setelah besar nggak pernah baca bukunya lagi sih 😀

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      saya kira karena jalan ceritanya mudah ditebak mas..
      permasalahan yang ditimbulkan enid mudah ditebak dan relatif bisa dipecahkan, saya kira itu..

      saya baca buku enid sudah banyak sekali, sampai sekarang masih mengidolakan dia..

      Like

      Reply
  3. darkprincess

    itu karena versi yang komik bukan originally karya Enid Blyton tp Claude Voilier jd jelas lain orang lain kepala lain pemikiran lol lain tangan lian tulisan lain pula keseruannya!hehehehe

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s