Masih ingin punya mobil?

Jakarta ini sudah padat dengan ribuan kendaraan bermotor yang setiap hari beroperasi di jalanan. Masyarakat juga mengetahui, tata guna lahan yang sudah cukup padat untuk bangunan gedung dan pemukiman sudah tidak memungkinkan lagi menambah beberapa unit kendaraan lagi mengingat kemacetan sudah terjadi hampir di seluruh sektor jalan. Namun apa alasan masyarakat Jakarta masih ingin menambah jumlah kendaraan di rumahnya?

Hasil ngobrol dengan beberapa narasumber beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa keinginan untuk memiliki mobil sudah ada sejak dulu sebagai sebuah cita-cita, “kalau sudah punya uang banyak mau beli mobil”. Bagi masyarakat Jakarta, memiliki mobil ternyata menjadi simbol keberhasilan selama berkarir. Selain itu, mobil juga menjadi simbolΒ wibawa yang berkenaan dengan prestasi atau kemampuan seseorang.Β Dengan kata lain, mobil masih menjadi simbol prestise masyarakat.

Bagaimana dengan Anda? Apakah arti mobil untuk Anda?

41 thoughts on “Masih ingin punya mobil?

  1. petapemikiran

    “Bagi masyarakat Jakarta, memiliki mobil ternyata menjadi simbol keberhasilan selama berkarir..”
    Sepertinya tdk hanya masyarakat jakarta tapi jg masyarakat indonesia yg berpikiran seperti itu..
    Jika sudah mapan, tentu aku jg akan membeli mobil sbg alat transportasi jarak jauh nantinya.. tdk perlu mobil mahal atau sedan mewah..yg penting bisa bawa sekeluarga jalan2.. πŸ™‚

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      apa mas ngga takut kalau Jakarta atau tempat mas tinggal jadi penuh dengan mobil?
      oya, mau punya mobil jenis apa mas? πŸ™‚

      Like

      Reply
      1. petapemikiran

        Hmm jakarta padat dg mobil shg menyebabkan kemacetan, tidak hanya disebabkan oleh banyaknya mobil tapi juga sarana transportasi yg kurang memadai, jalan yg tdk diperlebar, trotoar yg dipake PKL, angkutan umum kurang memadai dan dsb.. jika permasalahan tsb teratasi aku pikir, masyarakat akan dg nyaman utk mempunyai mobil krn mobil sudah menjadi suatu kebutuhan..
        aku mau mobil keluarga semacam mobil kijang, gak perlu lah mobil sport tapi cuman bisa diisi dua orang.. πŸ™‚

        Like

    2. Juki

      Setuju mas. Kayaknya itu pemikiran semua masyarakat Indonesia. Mobil = sukses. Meski punya sawah berhektar-hektar, punya ternak beratus-ratus, punya uang bermilyar-milyar di bank, atau punya emas berkilo-kilo kalau belum punya mobil ya dianggap masih belum berhasil. Akan tetapi meski hutang menumpuk, makan rela cuma ama tempe ama sayur daun singkong, tapi punya mobil berarti = sukses!
      Saya punya bibi beberapa waktu lalu beli mobil. Waktu saya tanya alasan beli mobil karena ingin memberikan hiburan buat cucunya yang masih 2 tahun. Jadi bingung. Masak iya anak 2 tahun udah pengen hiburan berupa mobil? Tadi juga tetangga barusan beli mobil. Padahal saya tahu sekali tetangga ini jarang sekali bepergian. Saya yakin dia membeli mobil hanya karena ingin menaikkan gengsi di mata orang lain. Sebenarnya kalau mau disurvey dan respondennya menjawab dengan jujur maka saya yakin 99% alasan orang beli mobil sebenarnya hanya untuk gengsi. Kalau alasannya cuma gengsi maka BBM tidak perlu disubsidi. Masak cuma buat gengsi doang harus disubsidi? Gak masuk akal. Mending dipakai buat hal-hal lain yang lebih produktif.

      Like

      Reply
  2. JNYnita

    Mobil adalah salah satu wishlistku, sebenernya untuk nantiiiii… tapi Alhamdulillah udah dapet sekarang…
    Enaknya punya mobil, jadi bisa mobile apalagi aku kan suka ke rumah pasien & anter jemput pasien, kalau naik angkot bisa ketemu guru mereka terus krn telat nganterin, hehe…

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      wah bu dokter juga suka ya kalau punya mobil :)..
      Saya juga mau beli mobil sendiri, Tapi Jakarta sudah macet, apa ngga takut kalau Jakarta semakin macet? πŸ™‚

      Like

      Reply
  3. ~Ra

    Iya, aku juga kalau ada rejeki pengen punya satu. Biar bisa nganter ibu ke RS, tiap bulan kontrol DMnya. Atau anter bapak ambil pensiunan. Dan nyeneng-nyenengin mereka sama adekku keliling kota.

    πŸ˜€

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      saya juga suka mas yang klasik, tapi Jakarta udah macet, kira-kira kalau saya puya mobil apa ngga menambah macet? menurut mas gimana?

      Like

      Reply
    1. Tina Latief Post author

      tentu pak dhe..
      sarana transportasi yang mencukupi untuk satu keluarga memang perlu, tetapi jakarta sudah macet, apa masih mau punya mobil?

      Like

      Reply
    1. Tina Latief Post author

      kalau Jakarta punya transportasi publik yang bagus dan memadai, mba masih mau beli mobil ngga? πŸ™‚

      wah iya, aku belum ngirim.. maaf ya mba niee, nanti segera dikirim..

      Like

      Reply
    1. Tina Latief Post author

      wah, njawani sekali kalau itu mas..
      buat orang desa atau yang masih kental dengan budaya daerah, sawah atau lahan yang luas menjadi prestise tersendiri.. πŸ™‚
      beda dengan orang kota ya..

      Like

      Reply
      1. Harmony Magazine

        Sawah itu bisa jadi prestise, juga sekaligus penghidupan yang ga pernah putus, asal dikelola dengan baik. πŸ˜€

        Lagipula, mbahku punya sawah, ndak punya mobil juga hidup kok…. hahahahahaha… #HipotesisNgawur

        Like

      2. Tina Latief Post author

        ngga ada airnya mau mas? πŸ˜€ hehehe
        iya kalau masyarakat desa masih banyak yang menganggap sawah lebar sebagai kebanggaan sendiri..

        Like

      3. Harmony Magazine

        Air kan bisa dicari… bisa diusahakan. πŸ™‚
        Tapi emang pemikiran yang bener lho…
        Kalo menurut teori investasi, tanah lebih menguntungkan …
        Mobil kan liabilitas, bukan aset. Membutuhkan perawatan dan lama kelamaan harganya turun. Kalo tanah kan terus naik. πŸ˜€

        Like

    1. Tina Latief Post author

      kalau punya anak terlebih menambah jumlah anggota keluarga tentu perlu mba supaya akses mobilisasinya mudah, tetapi apa ngga menambah kemacetan lagi?

      Like

      Reply
  4. Maiko

    arti mobil? kendaraan roda 4 yg harganya bs buat dp rumah. kalo aku uangnya mending buat bli rumah baru ketimbang beli mobil. mungkin karena blum butuh mobil kali ya. n msh ada punya ortu jg.

    Like

    Reply
  5. Ely Meyer

    aku punya rubin malah sering kuanggurkan di garasi Tina, yg kugenjot setiap hari malah si Lila, sepedaku, si rubin pasti cemburu abis jarang kuajak keluar, pernah 3 bulan bensinnya si rubin tetap penuh hahhahahaa

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      iya, mba ely belum pernah cerita sambilan ngajak si rubin. Yang dibawa sepeda terus..
      kasihan yang ngga dipamerin 😦

      Like

      Reply
  6. Antyo R.

    Mobil adalah keterpaksaan karena tata ruang dan sistem transportasi burook. Saya sempat punya dua, tapi dulu yang sering terjadi mobil saya tinggal di sebuah tempat lalu saya naik ojek. Karena sering jalan kaki saya jadi punya banyak bahan blog berupa foto. πŸ˜€

    Kini makin banyak orang pakai sopir pribadi. Mereka lebih baik kehilangan uang sejumlah upah minumum pekerja plus lain-lain daripada jadi gila di jalan, sudah begitu mencari parkir makin susah. Maka iklan kegagahan dan kenyamanan mengendarai mobil itu sebenarnya untuk sopir.
    http://bit.ly/Ux5d26

    Like

    Reply
  7. topiknugroho

    saya berharap juga seperti itu kalau punya uang banyak juga ingin punya mobil seperti mbak tina nanti jika seandainya hujan jadi ndak kehujanan maunya sih kayak gtuh tapi sekarang mobil sangat merayap karena kebanyakan orang pakai mobilnya tapi ane lebih suka yang cepat cepat dengan menggunakan motor bisa nyalip kanan kiri kalau dijakarta

    Like

    Reply
      1. Tina Latief Post author

        menurut mas, apa sih arti punya mobil? pernah ngga mas kepikiran kalau mobil simbol keberhasilan seseorang dalam berkarir?

        Like

      2. topiknugroho

        opickaza berkomet tolong di foollow back twitter mas kalau menurut ane simbol dari punya mobil bukan dari keberhasilan sesorang karena orang ngga sukses aja ada yang punya mobil krena yang sukses ayahnya dan adajuga yang punya mobil tapi dia masih ngekos kayak di dpan rumah ane nih dia blom pnya rumah malah udah punya mobil kalau ane sih itulah namanya prestige atau gengsi doang lah tapi keberhasilan berkarir menurut pengallaman ayah saya tuh keberhasilan yaitu dia bukan hanya berhasil dalam materi akan tetapi dia berhasil mendidik anak menyekolahkan adik-adik dan anak anak kejenjang lebih tinggi walaupun ukurannya keberhasilan tuh bukan dilihat dari materi saja karena anak juga menjadi salah satu tanggung jawab didunia

        Like

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s