Peluang

Menurut saya anak-anak Mipa seharusnya lebih tau banyak tentang peluang dan peluang yang berarti kesempatan itu sendiri. Seperti peluang yang mereka temukan ketika menjawab soal “Berapa peluang yang muncul untuk angka 6 pada sebuah dadu yang dilempar 3 kali?”.Β 

Namun saya sedikit heran dengan pendapat mereka tentang pedagang perabotan yang setiap hari lewat di kompleks rumah sebelah. Bagi mereka, sangat aneh ketika setiap hari pedagang perabot itu keliling kompleks setiap hari. Apakah setiap hari perabot milik warga akan pecah atau rusak? Menurut mereka,menawarkan perabotan setiap hari seperti yang dilakukan pedagang perabot keliling itu tidak masuk akal.

What? Bagi saya justru pendapat mereka yang tidak masuk akal. Bukankah peluang itu sudah terlihat dengan jelas? Sederhananya, kalau hari ini si pedagang tidak ada yang membeli, bukankah kemungkinan di hari berikutnya dan berikutnya lagi bisa saja mendapatkan seorang atau bahkan beberapa pembeli. Jika hari ini salah seorang warga atau lebih belum memerlukan perabotan karena masih bagus dan berfungsi dengan baik, bisa saja di hari berikutnya perabotan miliknya rusak atau sudah waktunya diistirahatkan.

Menurut saya, pedagang perabot yang keliling kompleks rumah itu justru memanfaatkan peluangnya dengan baik. Ia bahkan telah menunjukkan kepercayaan diri bahwa peluang atau kesempatan tidak hanya terjadi sekali atau dua kali. Pada dasarnya kesempatan akan datang berkali-kali, tidak hanya satu atau dua kali. Bagaimana kesempatan itu menjadi keberuntungan tergantung kesiapan.

Saya termasuk yang tidak percaya dengan jargon “Tidak ada kesempatan ke-2”. Anda?

 

11 thoughts on “Peluang

  1. Harmony Magazine

    Mungkin temen-temen Tina mikirnya ketinggian, jadi ga realistis. πŸ™‚
    Padahal orang yang pinter tuh mikirnya harus sederhana. Yang rumit pun harus disederhanakan. Keep it simple and stupid. Aku juga setuju kalo jargon tidak ada kesempatan kedua itu nggak layak dipercaya. Kalo nggak ada kesempatan kedua, nggak boleh tobat dong …. πŸ™‚ Kalo Tuhan aja ngasih kesempatan kedua, berarti “sistem” yang dibuat Tuhan pun juga pasti ada kesempatan kedua, ketiga dan seterusnya.

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      iya mas, kesempatan itu sebenarnya datang berkali kali kok..
      tergantung manusianya saja siap atau tidak menerima keberuntungan itu..

      Like

      Reply
  2. jarwadi

    cowo atau cewe suka bilang “kesempatan tidak datang dua kali”, misalnya:

    cowo : kamu minat ngga jadi pacarku?
    cewe : …. (diam)
    cowo : kesempatan ngga pernah datang dua kali lhoooo

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s