Kurang produktif, apa masalahnya?

Saya sering terkagum dengan pakar perencanaan yang mampu merealisasikan rencananya dengan baik. Terdengar seperti ahli nujum yang bisa memperkirakaan apa yang akan terjadi di masa datang, namun tidak disebut pakar kalau rencananya bisa gagal.

Tetapi entah mengapa jadwal sederhana yang saya buat dengan sistematika yang cukup baik pun tidak bisa terlaksana dengan cukup baik karena muncul faktor-faktor yang tak terduga dan sifatnya acak. Mungkin ini pula yang menyebabkan saya belum disebut pakar perencanaan, karena saya masih belum bisa memprediksi dengan baik apa yang akan terjadi selanjutnya. Akibatnya, rencana hanyalah rencana. Saya belum menghasilkan apa-apa alias tidak produktif. Terdengar seperti jargon plan the work then work the plan yang saya buat Januari lalu. plan maker

Sederhananya, jumlah postingan di bulan Oktober tidak mencapai 31 , jumlahnya masih kurang 5 untuk mencapai jumlah hari dalam satu bulan kemarin. Ada lagi, buku-buku yang sudah saya jadwalkan selesai minggu lalu, sampai saat ini belum selesai  dibaca. Yang lebih ekstrim, tugas makalah akhir belum selesai. Pagi ini saya mendapat banyak sms pertanyaan mengenai progress makalah.  Kalau diibaratkan pabrik, saya seperti Pabrik Kata yang menghasilkan banyak kata tetapi tidak memperhatikan efisiensi dan efektifitas kerjanya. Lalu apa gunanya jargon One Post A Day?

Saya kurang produktif. Kalau diuraikan,  presmis yang membentuk sebenarnya sederhana.

Dua  minggu lalu saya sakit. Karena sakit maka tugas-tugas kuliah menjadi tertunda. Karena tugas kuliah tertunda, maka sebagian besar waktu lainnya digunakan untuk mengerjakan tugas kuliah. Karena itu tidak sempat posting dan baca buku. Faktor lain, teman satu kelompok saya tidak berkomitmen menyelesaikan tugas sesuai jadwal yang saya berikan sehingga waktu digunakan lagi untuk menyelesaikan tugas.

Hadirnya hal-hal yang tidak terduga dan random seperti ini cukup membuat saya tidak berkomitmen dengan apa yang ingin saya lakukan. Dari yang sederhana, akibat yang ditimbulkan menjadi besar. Tetapi bagaimana bisa menghadapi hal-hal yang sifatnya random dan tak terduga dalam perencanaan saya?

Bagaimana sih cara merencanakan sesuatu agar nantinya terealisasi dengan baik?

 

11 thoughts on “Kurang produktif, apa masalahnya?

    1. Tina Latief Post author

      makasih bens, iya sih kalau dijadikan beban memang kesannya jadi kerja yang dipaksakan..
      tapi pertama kali yang diperluin adalah menejemen waktunya..

      Like

      Reply
  1. Harmony Magazine

    Kalo saya sih biasanya pake plan A, B, C dan seterusnya. Jadi sistemnya swapping kerjaan gitu lah…
    Yang ga bisa dikerjain hari ini, bisa ditukar sama kerjaan besok yang bisa diselesaikan dari waktu yang tersisa hari ini… Meskipun tidak selamanya cocok, tapi setidaknya mengurangi efek domino tertundanya suatu tugas. 🙂

    *btw, kalo kurang waktu, tidur 6 jam itu sudah cukup lho, asal waktunya tepat… 🙂

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      wah andaikan bisa mas, 6 jam itu sudah bagus sekali kalau bisa segitu. Masalahnya saya pernah 1 minggu tidur jam 4 dan harus bangun kurang dari jam setegah tujuh karena hars ngampus..

      Like

      Reply
      1. Harmony Magazine

        Wow!
        Sesibuk itukah..???
        Tapi justru kurang tidur membuat kita kurang produktif lho. Saya pernah merasakan itu, menyelesaikan satu pekerjaan bisa lebih lama karena kinerja otak melambat. Saya merasakan perbedaan kekuatan berpikir dan kemampuan kognitif yang cukup signifikan saat cukup tidur dan kurang tidur. Mungkin perlu dijadwal ulang supaya dapat tidur minimal 6 jam + olahraga ringan di pagi hari untuk melancarkan peredaran darah dan coba dirasakan perbedaannya…

        Like

      2. Tina Latief Post author

        makadari itu, mungkin karena memang mendapatkan banyak tugas dalam 7 hari itu makanya saya ngga bisa mengatur jadwal istirahat dengan baik.. alhasil malah jadi sakit dan ngga produktif..

        Like

    1. Tina Latief Post author

      awalnya sih saya mengira akan mampu menjalankannya mas, tapi karena datang hal-hal yang sifatnya random itu jadi saya juga susah handlenya..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s