Melihat petir

Hans Jurgen's book

Hans Jurgen’s book

Dulu sebelum menerima pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD , sering ada pertanyaan, siapa yang lebih dulu? kilat atau guntur?

Karena pertanyaan itu dulu sering sekali duduk-duduk di serambi rumah kala hujan hanya untuk melihat petir. Tapi semenjak melihat dan mendengar petir dahsyat, mom sering melarang saya dekat-dekat dengan hujan. Apalagi lari-lari di tengah hujan. Beliau sering mewanti-wanti agar tidak berlari ketika pulang sekolah. Katanya petir bisa menyambar ketika lari di tengah hujan dan petir. Pada dasarnya saya suka petir, tetapi juga takut.

Awalnya saya tidak begitu paham dengan apa yang mom sampaikan mengenai petir. “Petir itu berbahaya, sama seperti listrik tetapi dayanya lebih besar daripada listrik di rumah kita”, katanya menjelaskan. Penjelasan Mom memang sebatas penjelasan seorang ibu dengan bahasa ibunya. Tetapi buku Hans Jurgen yang tidak pernah saya kembalikan dari perpustakaan itu membuat saya lebih tau. Saya masih ingat, dulu sebelum guru menjelaskan saya sudah bisa memberikan penjelasan singkat mengenai petir. Saya masih ingat bagaimana saya menggambarkan dua gumpalan awan dengan banyak tanda plus di sana. “Bergesekan, berkilat dan duarrrrr!!”  Well, dulu belajar Fisika itu menyenangkan…

Hari ini, dari lantai 4, masih terhitung pagi karena waktu masih menunjukkan pukul 5. Di Depok kembali turun hujan setelah sore kemarin hujan deras mengguyur Jakarta-Depok. Seakan kembali ke masa kecil, saya asyik menonton parade petir yang seakan-akan ingin menyambar 3 tower besar di depan gedung.

Bagus sekali. Kilatnya mengular sepersekian detik membentuk pola-pola vertikal yang sangat panjang. Sayangnya saya tidak memiliki kamera penangkap kilat, jadi saya tidak bisa menunjukkan bagaimana indahnya parade petik di sini. Namun jika Anda pernah belajar Geografi tentang pola aliran sungai, mungkin Anda akan tau bagaimana bentuk kilatan petir itu. Beruntung sekali bukan saya bisa menikmati keindahan yang disuguhkan oleh YMK pagi ini.

Bagaimana dengan Anda, sudahkah Anda melihat petir? Atau Anda juga masih bertanya-tanya mana yang lebih dulu, kilat atau guntur? 🙂

2 thoughts on “Melihat petir

  1. Harmony Magazine

    Sudah, kemarin baru saja ngeliat.Habis hujan + petir juga di tempat saya. Hehehe…
    Kilat sama guntur sebenarnya hampir barengan, cuma karena cahaya merambat lebih cepat, makanya sampe duluan ke mata. Sedangkan suara belakangan sampe telinga. *fisika dasar tuh*
    Kalo ada petir, saya ngucap alhamdulillah, soalnya petir melakukan ionisasi pada oksigen membentuk ozon yang melindungi kita + memecah nitrogen di udara jadi larut dalam air hujan untuk menyuburkan tanah. So, nggak ada alasan lagi kan mengumpat karena kaget denger guntur? 🙂

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s