Chairul Tanjung Si Anak Singkong, apa istimewanya?

Baru kali ini saya melihat pedagang asongan laris manis di kereta. Terlebih melihat yang dijajakan adalah buku tebal yang judulnya saja tidak menarik minat saya. Dari ujung gerbong 5 si abang menjajakan buku di tumpukan lengannya. Baru sampai pada pertengahan gerbong 6 (tempat saya duduk) ke-5 buku di tangannya sudah ludes. Buku seharga 20ribu itu ludes hanya dalam 3 langkah. Hebat, buku macam apa yang dijual si abang ini. Seriously, saya sampai menduga si abang ini pakai mantra penggoda.

Chairul tanjungBuku inilah yang saya maksud. Mulanya saya bangga, ternyata minat baca masyarakat kita cukup antusias juga, terlebih buku yang mau dibaca (dibeli karena mau dibaca kan?)  bukan sekedar majalah sorak. Berdasarkan hasil pengamatan saya, ke-5 pembeli itu bukan dari kalangan muda, tetapi sudah setengah baya. Rasa penasaran saya pada buku ini makin menjadi setelah membaca ulasan buku di berbagai situs “Khusus di Kota Makassar, sudah ribuan buku ini terjual. Pokoknya buku ini laris manis di Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia”, demikian komentarnya. Apakah ini bukunya tokoh best seller?

Saya belum membaca buku yang terbit sejak Januari kemarin itu, namun berdasarkan tulisan di situs Sekertariat Kabinet RI “Chairul Tanjung Si Anak Singkong” yang diluncurkan dalam rangka perayaan usia-nya yang ke 50 tahun ini, bercerita mengenai perjalanan panjang Chairul Tanjung dalam mengembangkan bisnis dan membangun masyarakat. Melalui buku ini, Chairul Tanjung berbagi cerita mengenai nilai-nilai yang selalu dia pegang teguh dalam berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.

Yang menarik menurut saya adalah kisahnya dalam membangun bisnis media. Di bidang bisnis bidang penyiaran dan multimedia, ia sukses membesarkan Trans TV, membeli TV7 dan mengubah namanya menjadi Trans7. Kemudian membuat Trans Studio. Satu di antaranya adalah Trans Studio Mall yang ada di Makassar.  Pada 1 Desember 2011, Chairul meresmikan perubahan nama Para Grup menjadi CT Corp, CT (Chairul Tanjung)

Menurut ringkasan, Chairul Tanjung memilih untuk menjadikan media sebagai instrumen bisnis yang sekaligus mampu memenuhi peran pokoknya, yakni menyampaikan informasi dan program hiburan yang mendidik dan membangun kualitas bangsa daripada menggunakannya sebagai instrumen bisnis dan kendaraan politik sebagaimana jamak dilakukan oleh para pemilik media. Menurutnya salah satu misi penting media adalah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi keutuhan NKRI.

Namun kira-kira bagaimana ya menurut beliau jika ternyata media cetaknya (buku) justru digunakan sebagai media bisnis dikalangan pedagang? Sayang sekali bukunya dijual murah karena dibajak. Dengan harga 20 ribu buku setebal 384 ini berhasil dinikmati. Padahal buku yang  pertama kali diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Buku Kompas, Juni 2012 ini dijual Rp 58 ribu per eksempelar di TB Gramedia . Apakah untuk ukuran buku asli dengan  20 ribu tidak terbeli sampai fotokopinya dijual lagi? Kalau peran pokoknya menyampaikan informasi dan program hiburan yang mendidik dan membangun kualitas bangsa, berarti boleh dong ikut menyumbangkan aksi untuk menurunkan harga buku-buku di toko buku. Media cetak saat ini kan masih berperan penting untuk membangun kualitas bangsa. 🙂

4 thoughts on “Chairul Tanjung Si Anak Singkong, apa istimewanya?

  1. Alam

    pelanggaran hak cipta memang sudah tak bisa dibiarkan begitu saja, tetapi disisi lain minat baca masyarakat harus terbentur oleh mahalnya harga buku (buku yang mempunyai konten berkuaitas pastinya).
    harusnya harga buku lokal tak boleh lebih mahal dari nasi warteg, agar semua kalangan bisa menikmatinya. namun jika memang tidak bisa, solusi yang tepat ya ke perpustakaan 😀

    Salam kenal 🙂

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s