Belajar berdemonstrasi

Apa tugas kalian sebagai mahasiswa? Sebagai gada pertahanan dan stabilitas negeri, jawab yang dari seberang.  Lalu apa yang bisa dilakukan mahasiswa? Turun aksi, jawab suara itu lagi.

Saya selama ini memang hanya menyaksikan ajang demo rakyat dan mahasiswa lewat acara berita di TV. Hiruk pikuk kecaman dan  tuntutan yang diteriakkan peserta demo menggema dimana-mana sebagai bentuk upaya perjuangannya. Secara garis besar saya tau apa yang terjadi pada para demonstran, meskipun saya waktu kecil dulu sangat takut mengapa ada segerombolan manusia yang melakukan kekerasan dan tindakan anarkis.

Namun hari ini justru saya suka dengan yang dinamakan demo. Penyegar sebelum kuliah besok dimulai, sekitar pukul sembilan tadi orasi hari terakhir kegiatan PSAK ditutup dengan kegiatan belajar berdemo [temanya: memperjuangkan hak rakyat dan mahasiswa yang diambil oleh oknum yang tak bertanggung jawab]. Sebelum turun ke jalan, jalanan sungguhan, saya menerima orasi dan diskusi dari para senior yang berpengalaman dengan turun aksi. Well, belakangan ini saya menggemari suara-suara keras dan lantang.

Bukan mahasiswa Indonesia kalau turun aksi tanpa landasan [anarkis dan asal ngomong], begitu kata senior saya yang telah berpengalaman dengan aparat dan massa itu. Hari ini pun SBY marak dibicarakan di FISIP. Pemerintahannya, aparatnya, kasus, dalam orasi itu saya benar-benar dipancing untuk befikir kritis. Apalagi setelah menyinggung masalah korupsi dan remisi yang dikeluarkan presiden untuk para koruptor, rasanya meluap-luap sekali. Meskipun ada juga yang masih setuju berunding dengan SBY dkk daripada menyuruhnya untuk langsung turun jabatan. 🙂

Siang yang terik pastinya [saya dan kawan-kawan se fisip tidak diizinkan membawa handphone] digiring ke jalan menuju rektorat [diibaratkan istana presiden] untuk berorasi menyampaikan keluhan dan tuntutan kami dengan tema yang bersangkutan. Saya seperti berada dalam demo sungguhan meskipun yang sungguhan tidak hanya seperti ini. Bukan hanya yel-yel fisip atau lagu-lagu saja tetapi juga teriakan-teriakan tuntutan akan sebuah perubahan. Saya diajarkan merapatkan barisan, mempertahankan barisan, mempertahankan semangat dan menjaga sesama anggota demonstran. Tetapi sebagai wanita, saya dan kawan-kawan masih dilindungi oleh lingkaran barisan pria.

Pastinya pengalaman berdemo hari ini luar biasa. Panas, haus dan lelah memang menumbangkan saya di pertengahan jalan, namun ada beberapa hal lagi yang saya dapatkan hari ini. Pertama, mahasiswa sebagai stabilitas negeri itu betul. Ke dua, dengan berjuang bersama kita bisa menciptakan sebuah kekuatan baru beserta dengan perubahannya daripada hanya sendiri. Ke tiga, mahasiswa yang mau menciptakan perubahan harus selalu sehat dan prima. Jangan sampai menjadi beban kawan seperjuangan ketika sedang mengemban misi.

Semangat fisip UI 2012, go go fisip go… go go fisip go.. gooooo fisip!!!

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s