Kapan lebaran?

Siang tadi kakek sudah bertanya-tanya sambil memantau informasi di televisi. Kapan lebaran? tanyanya. Si nenek pun tak kalah paniknya, hawatir lebaran akan sama seperti tahun lalu. Ketika semua hidangan lebaran sudah dipersiapkan ternyata justru diundur. Kawatir lagi karena ketiga cucu dari tante pertama yang mudik belum ada kabarnya. Siapa yang tidak khawatir kalau berita di TV isinya hanya kemacetan arus mudik yang sampai sekarang masih terus dipantau. Sejak siang tadi hingga petang ini kakek sama sekali tidak meninggalkan TV.

Saya jelas tidak tau kepastiannya. Namun saya sempat berfikir bagi yang dahulu menjalankan puasa lebih awal maka besok pastilah sudah lebaran. Bagi yang menjalankan ibadah puasa seperti keputusan negara saat itu tentu lebaran masih besok. Kecuali ada keputusan lain. Saya sekeluarga pun belum persiapan apa-apa. Kecuali Mom yang berada di Jogja, sedari tadi sudah cerewet minta resep masakan dari nenek.

Sedari kemarin pertanyaan mengenai kepastian lebaran mulai banyak bermunculan. Sopir taxi asal Tegal yang mengantarkan saya ke kampus waktu itu juga bertanya-tanya bagaimana lebaran kali ini. Beliau ini juga resah dan kurang setuju kalau lebaran masih saja sama seperti kemarin. Kapan kita bisa lebaran serentak? keluhnya. Pasalnya bapak sopir yang merencanakan akan mudik ini menjadi ragu-ragu menentukan hari kapan ia akan mudik. “Sayang kalau sudah masak-masak tetapi lebarannya masih besok”, tambahnya lagi. Beliau sangat mengharap lebaran kali ini bisa lebih bijak dalam peringatannya. Terlebih umat Islam punya satu keyakinan, mengapa lebaran saja tidak bisa bersamaan.

Petang ini saya memantau arus informasi di jejaring sosial sambil menunggu keputusan wakil dekan mengenai mata kuliah yang saya ambil. Teman-teman saya di Yogyakarta sudah marak dengan ucapan lebaran yang puitis itu. Keberuntungan masyarakat Jogja bisa menikmati keramaian dan kemeriahan malam takbir mengingat para commuter sudah kembali ke asalnya. Curangnya saya tidak diundang berpesta kemeriahan di bulan yang suci.

Jakarta memang sepi setelah ditinggal para perantau. Lega dan lebih tenang melihat Jakarta bisa bernafas, namun keseringan melihat Jakarta dengan hiruk pikuknya itu membuat saya sedikit takut. Ini seperti kota nekropolis yang mana kota itu sudah dianggap kota mati dan diambang kehancuran karena sudah ditinggalkan penduduknya. Beruntung meskipun jalanan sepi tetapi pendaran kembang api di langit masih menandakan kota ini masih sangat hidup.

Kabar gembira datang tiba-tiba, pemerintah menetapkan lebaran kali ini dilaksanakan bersamaan. Nenek girangnya bukan main. Alih-alih langsung menyongsong saya ke kamar untuk dibantu membuat lemper, kue khas masyarakat pedesaan di Jogja. Hehehe, baru kali ini saya bisa menyelesaikan 61 butir calon lemper itu. Great..

Mungkin inilah yang namanya rahasia dibalik kesederhanaan puasa kemarin. Lebaran yang diduga bakal terpisah pun dikejutkan dengan kabar kebersamaan yang tak diduga sebelumnya. Yes, itu artinya saya bisa lebaran bareng bersama pacar saya πŸ˜€ Setidaknya saya bisa bermaafan secara bersamaan setelah pertengkaran hebat itu. #payah.

Nah, apakah Anda sudah siap untuk lebaran kali ini? Persiapkan stamina yang prima di esok hari karena sebentar lagi Anda harus mempersiapkan diri membuka kelapangan hati untuk saling memaafkan. Tiada gading yang tak retak, setiap manusia pasti mempunyai kesalahan. Mari saling memaafkan.

Minal Aidzin Wal Faidzin.Β Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin πŸ™‚Β 

4 thoughts on “Kapan lebaran?

    1. Tina Latief Post author

      alhamdulillah, iya mas..
      si nenek juga engga panik lagi setelah tau kabar lebaran bsa serentak..
      benar-benar karunia Allah..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s