Keterlambatan sudah seharusnya tidak ditoleransi

Ospek sudah dikenal identik dengan nada suara tinggi dan aturan-aturan yang wajib dipatuhi. Namun saya tidak mau banyak berspekulasi tentang ospek maba 2012 kali ini.

Sedikit review ospek yang tertunda karena lebaran yang berlangsung beberapa hari lagi ini. Ospek kampus saya yang meliputi ospek universitas dan ospek fakultas ini cukup melelahkan untuk saya dan teman-teman satu angkatan tentu saja. Beragkat pagi pulang malam, berjam-jam mendengarkan seminar, diskusi, dan pengenalan kampus yang semua terangkum dalam OKK dan PSAF  membuat saya cukup kelelahan. Meskipun hanya duduk, dalam keadaan puasa ternyata membuat badan saya kelimpungan juga. Berkali-kali saya harus istirahat di medis.

kegiatan OKK "Aku Manusia" 2012 di Balairung Universitas Indonesia

kegiatan OKK “Aku Manusia” 2012 di Balairung Universitas Indonesia

Yang istimewa menurut saya adalah ospek fakultas yang melibatkan tibum (ketertiban umum) sangar yang menuntut ketepatan waktu. Tibum Ui yang menggembleng saya sebenarnya hanya ingin menekankan kepada maba bahwa di universitas mengunakan waktu secara bijak itu sangatlah penting. Bagi dosen yang tertib keterlambatan masuk kelas tidak akan diberi toleransi lagi. Seperti ketika ketinggalan pesawat, keterlambatan memang setimpal konsekuensinya. Seharusnya.

Sayangnya kata on time masih disalahgunakan kebenarannya. Janggalnya adalah ada sebuah wacana yang berbunyi “ACARA DIMULAI PUKUL 08.00, TOLERANSI KETERLAMBATAN MAKSIMAL 15 MENIT”. Mengapa keterlambatan masih diberi toleransi? Kalau di implementasikan lama-lama yang namanya tepat waktu bisa saja lebih dari.

Wah maba 2012 ini berapa jumlahnya ya? :)

Wah maba 2012 ini berapa jumlahnya ya? 🙂

Andai saja di setiap keterlambatan sebuah acara atau kegiatan itu ada tibum yang dengan senang hari mengawasi dan mengomeli siapa saja yang membuat keterlambatan dari waktu yang telah ditentukan pasti akan sangat membantu untuk menertibkan sasana. Sayangnya Tuhan tidak mengajarkan manusia untuk mengandalkan omelan dan pengawasan dalam sistem belajarnya. Tuhan mengajarkan manusia dengan caranya agar manusia bisa belajar mandiri dan bisa memperkaya dirinya dengan hal-hal yang ditemukannya sendiri. Dengan begitu manusia tidak hanya sekedar tau tetapi mengerti.

Siapa sih yang suka dibentak-bentak? siapa sih yang setiap hari mau dikejar-kejar omelan tibum? Kalau begitu membiasakan diri untuk tidak ngaret seharusnya bukan hal yang susah bukan? Mari belajar menghargai waktu. Anda berani untuk bisa tepat waktu?

2 thoughts on “Keterlambatan sudah seharusnya tidak ditoleransi

  1. Harmony Magazine

    Kita kan bangsa Indonesia, penuh toleransi… hehehe… *just kidding*
    Kalo di kantorku ga ada itu namanya toleransi keterlambatan. Kantorku masuk jam 08.45, jadi udah ga ada alasan lagi untuk terlambat. *soalnya kantor lain jam 08.00*

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s