Susahnya mengatakan ”Selamat Tinggal”

Alangkah senangnya mengatakan nice to meet you kepada orang yang baru kita jumpai atau orang yang pertama kali kita kenal. Untuk orang yang gemar berkawan bertemu dan mengenal orang lain seperti tamasya ke negeri yang belum pernah dipijaki sebelumnya. Mengenal dunia baru, mungkin lebih tepat disebut begitu.

Namun bagaimanakah jika orang yang sudah kita kenal terpaksa harus kita tinggalkan? Untuk saya, meninggalkan dan ditinggalkan adalah dua hal yang sangat sulit saya terima, ya meskipun saya pernah mengatakan it’s over, let me go,  kepada mantan pacar. 😀 Serius, meskipun berkata begitu pasti akan ada sesuatu yang berbeda dan selang beberapa hari pasti akan timbul perasaan rindu akan peristiwa yang telah dialami bersama orang itu, terlebih yang baik-baik :).

Kali ini keadaan menantang saya kembali untuk mengatakan ucapan perpisahan. Jika kasusnya pacar mungkin akan lebih mudah mengatakan good bye, mantan. Sayangnya bukan. Perlu beberapa hari saya untuk mengambil keputusan seperti ini. Sering pula saya menggerutu, mengapa musti bertemu kalau untuk berpisah? Mengatakan sampai jumpa lagi ya, atau good luck for you rasanya berat sekali. Bingkisan kenang-kenangan? saya rasa itu hanya membuat sakit dan teringat orang yang meninggalkan. Bagi yang memberikan, apalah arti sebuah bingkisan dibanding peristiwa yang telah dialami bersama.

Sedikit gembira mengingat pepatah suatu saat pasti akan bertemu kembali dan lagi segala sesuatu pasti ada waktunya. Meski tidak tau kapan, saya sangat berterimakasih kepada internet, facebook, dan media elektronik lainnya yang memudahkan komunikasi ketika waktu tidak mengizinkan untuk bertatap muka. Mudah-mudahan akan ada koneksi internet dan pulsa untuk selalu berkomunikasi. 🙂

Jadi, apakah nanti saya harus bilang selamat tinggal kalau masih bertemu di facebook?

12 thoughts on “Susahnya mengatakan ”Selamat Tinggal”

  1. Em Farobi

    “dari sebuah pertemuan pasti kan menyisakan perpisahan,
    dan dari sebuah perpisahan pasti kan menyisakan kerinduan”,

    kalo dulu mah gitu mba, tapi kalo sekarang mah dah ad FB 🙂

    Like

    Reply
  2. marsudiyanto

    Namanya bertemu muka memang sensasinya amat beda dibanding bertemu lewat media.
    Bertemu muka tak bisa tergantikan oleh media apapun.
    Dan pertemuan yang sebenarnya adalah bertemu muka.
    Perpisahan adalah hal yang tak pernah diinginkan tapi juga tak slalu bisa dihindari.
    Bertemu dan berpisah adalah hal biasa.
    Menjadi tidak biasa jika perpisahannya pada orang yang tak biasa pula alias orang istimewa

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      betul itu pak, meski ada yang namanya video call tetap saja saya ngga bisa menerima kalau oranhg bisa lepas kangennya hanya dengan melakukan kontak jarak jauh.. yang mungkin hanya bertemu..

      Like

      Reply
    1. Tina Latief Post author

      Saya juga heran mas, kanapa pulsa selalu ada saja..
      Mungkin telkomsel memang baik, #eh..
      hehehe, kalau saya berharap bisa mengucapkan nice to meet you dengan mas cahya secara langsung 😀

      Like

      Reply
  3. Lidya

    ada pertemuan dan ada perpisahan kata perpisahan yang paling sulit ya. waktu terakhir kerja aku juga mengalami kesulitan kaena akan meninggalkan semua

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s