Shalat tarawih, 11 atau 23 rakaat itu pilihan

Alhamdulillah, saya bisa mengawali Ramadhan kali ini dengan shalat Tarawih berjamaah di masjid terdekat. Kali ini bersama nenek. Usai shalat maghrib tadi saya sudah memberi warning kepada nenek untuk bergegas ke masjid. Hari pertama shalat tarawih, saya khawatir tidak kebagian tempat di masjid nanti.

Ternyata sampai shalat dimulai pun jamaah yang hadir tidak sampai memenuhi masjid. Masih banyak shaf yang belum terisi, terlebih shaf tidak rapat. Tumben sekali ada masjid yang masih lowong di awal Ramadhan ini.Pertanyaan saya terjawab setelah rakaat shalat yang ke sekian kalinya, jumlahnya lebih dari 11 rakaat. Tentu ini berakhir di rakaat ke 23 beserta dengan shalat witirnya. Dan yang saya ketahui, orang lebih banyak datang ke masjid yang imamnya melaksanakan 11 rakaat shalat tarawih.

Membuat terlalu lelah, imam lama membaca suratnya, sudah mengantuk, banyak tugas dll merupakan alasan masing-masing yang menguatkan pilihan seseorang. Bukankah puasa kemarin atau besok juga pilihan dan keyakinan. Saya rasa sama halnya dengan shalat ini. Sebelas atau 23 rakaat atau justru tidak shalat itu juga pilihan.

Kalau sudah tau ayah si gadis galak, karena cinta tetap saja dipinang.
Mau 11 atau 23 rakaat kalau sudah niat ya jalani saja.

3 thoughts on “Shalat tarawih, 11 atau 23 rakaat itu pilihan

  1. jarwadi

    tapi banyak lhooo, tarawih dan witir yang 11 rakaat lebih lama dari yang shalat 23 rakaat, hehe

    kalau saya sih yang 11 rakaat πŸ™‚

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s