Banjir areal terjadi di sejumlah ruas jalan Jakarta

Hujan di Jakarta hari ini statusnya on lagi. Namun kali ini berbeda dari hujan sebelumnya, siang ini Jakarta kembali di guyur hujan deras yang mengakibatkan ruas jalan utama di depan bimbel saya tergenang air hingga setinggi paha orang dewasa setelah sempat membuat suasana kelas tidak nyaman karena hujan menimbulkan kebocoran di ruang 6. Fenomena banjir areal ini menimbulkan arus balik para pengejar universitas tidak dapat berjalan dengan lancar setelah tertunda selama beberapa jam demi menunggu surutnya air. Cuaca di Jakarta memburuk lagi.

Banjir areal yang terjadi di sejumlah ruas jalan Jakarta ini, disamping karena kurangnya areal resapan, juga dipengaruhi oleh banyaknya sampah yang menghambat saluran-saluran air yang sebenarnya sudah tersedia untuk menyalurkan sifat air. Kontur jalan yang tidak rata disertai relief jalan yang berbeda-beda juga menjadi faktor pendukung terjadinya banjir areal ini. Sifat air yang mengalir ke segala arah seharusnya tidak menjadi sebuah kesulitan bagi manusia untuk berbagi ruang. Namun manusia tidak akan disebut mahkluk paling serakah jika tempat air mengalir (selokan) juga diambil sebagai tempat penampungan sampah. Akibatnya, air meluap ke jalanan dan menggakibatkan sejumlah pengendara motor terpaksa menyeret kendaraannya agar terbebas dari air yang tak jernih lagi itu.

Cukup pusing pula ketika saya dihadapkan dilema antara melewati air yang kumannya tak terhitung lagi itu dengan menunda kepulangan sampai air surut. Namun sampai berapa lama saya harus menunggu? saya sudah kelaparan semenjak di kelas tadi. Bukan hal yang dapat ditertawakan jika saya sakit lagi gara-gara menyeberangi air keruh bersama sampah-sampah mengapung di atasnya itu. Sebelum membayangkan, saya sudah merinding terlebih dahulu.

Sepersekian detik yang lalu sebelum saya nekat menyeberangi air itu, terkabullah doa saya. Dengan menumpang kepada salah seorang tukang ojek dadakan yang menawarkan jasanya, saya berhasil keluar dari lokasi dengan keadaan kering dan tetap bersih. Cukup mahal memang untuk ukuran ojek pada umumnya, namun saya kira dengan mengikhlaskan uang 10 ribu (karena tidak ada kembalian) sebagai tanda terimakasih saya atas jasanya tidaklah mahal. Saya membayangkan apa jadinya jika saya nekat menyeberangi air itu. Mungkin kaki saya akan terkena kutu air, atau ada bakteri jahat lainnya yang akan menyebabkan saya sakit. Mengingat kesehatan saya belum pulih benar, kesehatan saya jauh lebih mahal dari uang 10 ribu.

Setelah terbebas dari genangan air di depan bimbel, saya kembali dihadapkan banjir ke dua di ruas jalan Cempaka putih yang sebelumnya pernah diperbaiki. Namun nasib baik masih bersama saya. Orang baik itu masih ada dan ini kedua kalinya saya bertemu di Senin ini. Abang tukang bajaj dengan suka rela menyeberangkan saya dari genangan air yang tak kalah kotornya dengan yang tadi. Saya masih ingat ucapan si abang, “Sekalian ngamal neng, siapa tau nanti rizkinya nambah” ujarnya sambil tersenyum. Waaa… Thanks ya abang, saya bisa sampai rumah dan langsung makan siang… 😀

Semoga dilancarkan rizkinya..aamiinn..

One thought on “Banjir areal terjadi di sejumlah ruas jalan Jakarta

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s