Pentingnya sebuah resep dokter

Setelah bertahan dengan 4 jeruk nipis selama 2 hari, akhirnya Tina Latief dengan segala egonya memutuskan untuk minum obat juga. Saya tidak mau lagi membawa-bawa gelas berisi air panas ke kelas dengan batu-batuk riang yang sudah 2 hari ini menyiksa saya. Siang ini, pukul 10.30 WIB, saya memutuskan untuk menuruti saran teman saya juga untuk mencari obat dari apotek terdekat. Bersama dengan seorang teman, diantarnya saya menuju ke Rumah Sakit Islam bagian farmasi untuk mendapatkan obat rekomendasi dari teman saya. Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki ke rumah dokter lagi setelah dua tahun lalu tempat serupa di Jakarta Selatan berhasil membuat seluruh bulu di badan saya berdiri. I have no plan to come in again..

ambroxol for my dessert

ambroxol for my dessert


Setelah bersikukuh untuk tidak minum obat, siang ini ego saya terpecahkan juga. Saya berhasil meneguk satu sendok syrup Ambroxol yang rasanya manis itu. Kalau manis begini mana ada anak yang enggan minum obat πŸ˜€Namun saya tercengang sesaat, ternyata saya tidak punya anjuran dosis minum. Lalu obat yang saya minum ini berapa takaran dosisnya untuk gadis seusia saya? Inilah akibatnya kalau saya tidak berkonsultasi ke dokter.. 😦

Setelah saya bolak-balik kemasannya, saya putus asa. Tentu saja saya tidak akan menemukan resep dokter di sana. Bagaimana kalau dosis yang saya minum ini tidak sesuai dengan takarannya? Β Saya menghela nafas, ternyata saya memerlukan resep dari dokter. Dia bisa membantu saya untuk mengetaui bagaimana cara minum obat yang benar. Baiklah, meskipun saya tidak mendapatkan resepnya setidaknya saya masih mendapatkan sebuah ucapan manis yang menjadi harapan saya segera..

Get well soon, dear.. :D

Get well soon, dear.. πŸ˜€

11 thoughts on “Pentingnya sebuah resep dokter

    1. Tina Latief Post author

      akhirnya saya menyerah dengan obat mba..
      jeruk nipis setidaknya tidak membuat badan makin sakit..
      yang alami lebih enak 😦

      Like

      Reply
  1. budiastawa

    Baru tau kalau Tina sempat sakit. Semoga saat membaca komentar ini, Tina sudah sembuh. Dan… sudah lebih langsing πŸ˜› *kabuuuuuur*

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      hehehe, mas budi bisa saja yah..
      tapi bener, komen ini masuk di spam, ketika saya selamatkan saya sudah bisa bangun dari tempat tidur.. πŸ˜€
      sayangnya belum bisa ngejar mas budi..
      masih pusing kalau lari-lari.. hehehe makasih mas πŸ™‚

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s