Mengenang Manthous

Masih ingat lagu ini? Kenal dengan lagu ini?

Kabar mengejutkan dari KOMPAS edisi hari ini, Sabtu 10 Maret 2012 yang saya baca ketika saya berada di Stasiun Semarang Tawang sambil menunggu Mas Asmari menjemput. Indonesia kembali kehilangan seniman yang juga merupakan pendobrak dan pembaru musik gamelan atau karawitan. Khususnya Jawa dimana sang seniman telah mendedikasikan karyanya.

Penyakit stroke yang telah diderita selama 12 tahun menjadi penyebab utama kematian pelopor musik campursari Anto Sugiartono atau Manthou’s pada, Jumat (9/3/2012) pagi pukul 06.30. Begitu yang tertulis di KOMPAS. Dulu ketika saya masih berada di Jogja, saya suka melihat studionya yang berwarna jingga muda. Ketika saya suka diajak jalan-jalan, Mom selalu bilang, “Ini loh studionya Manthous yang lagunya kamu nyayiin itu”.  Suaranya memang top sebagai seniman campursari.

Manthous yang mengawali album perdana Campur Sari Gunung Kidul (CSGK) tahun 1993, memiliki studio yang terletak tak jauh dari SMP 1 Playen tempat saya sekolah dulu. Semenjak beliau dikabarkan menderita stroke studio itu nampak sepi dan usang. Sejak saat itu saya tidak pernah mendengar karyanya lagi. Dan kabar terakhir yang saya terima, jenazahnya akan disemayamkan di Playen, Gunungkidul.

Banyaknya lagu-lagu Barat yang merajai pasar musik Indonesia menjadi salah satu faktor penghambat berkembangnya musik-musik lokal. Jujur saja, kalaiu disuruh membawakan lagunya Celline Dion atau lagunya Manthous, saya lebih memilih lagunya Celline. Tentu saja karena lebih menjual. Salut dengan pemberdaya musik daerah yang mau memperkenalkan musik daerah ke ajang festival di luar negeri. Sekarang ini pemudi mana yang mau memasang MP3 lagu daerah di playlistnya…

Siapa yang akan menjadi penerusnya?

10 thoughts on “Mengenang Manthous

  1. marsudiyanto

    Manthous benar2 pelopor Campursari, musik yang awalnya tak diknal secara nasional tapi berkat beliau dan CSGK nya, sekarang ini bisa sejajar dengan aliran musik yang lain. Perpaduan antara alat musik tradisional & modern yg tiba2 enak didengar
    Selamat Jalan Pak Manthous

    Like

    Reply
  2. yoszca

    Innaillahi..saya baru tahu kabar ini..Turut berduka dan kehilangan,Indonesia kehilangan salah satu penggiat budaya yang koinsisten melestarikan budaya tradisional..

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s