House of wax1953 dan generasi 3D

Ketika takut, tidak ada lengan yang bisa ku gigiti, tidak ada baju yang ku tarik tarik untuk menutup mukaku, tidak ada yang akan memeluk aku...Aku tidak mau sendiri...

Ketika takut, tidak ada lengan yang bisa ku gigiti, tidak ada baju yang ku tarik tarik untuk menutup mukaku, tidak ada yang akan memeluk aku...Aku tidak mau sendiri...

Definisi film horor yang bagus menurut saya adalah yang bisa membuat penonton yang bukan penakut menjadi takut. Kebanyakan jenis hantu yang di tayangkan di film horor Indonesia memang cukup menakutkan, hanya saya cewek-cewek seksinya lebih menakutkan daripada hantunya. Jadi kalau saya takut melihat film Indonesia itu bukan karena hantunya, tetapi ceweknya.  Berbeda dengan kesan saya di film House of wax 2005 yang membuat saya banyak membuat gigitan pada bantal. Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana kondisi dan perasaan saya waktu nonton film itu sendirian, terlalu mengerikan untuk saya. Mungkin karikatur itu sedikit mewakili saya saat itu.

Berencana bisa menonton salah satu film horor yang ada saat ini, saya banyak baca-baca dari link terkait. Belum menjumpai apa yang akan saya tonton, saya justru menemukan House of wax 1953 yang rilis sebelum saya lahir. Ternyata ada dua House of wax yang dibuat di tahun yang jaraknya lumayan untuk mengembangkan ide baru. Seperti halnya House of wax 2005 yang diceritakan ulang setelah film  Mystery of the Wax rilis di tahun1933

Sedikit informasi dari Wikipedia, Museum  House of Wax adalah film horor tahun 2005 yang disutradarai oleh Jaume Collet-Serra. Film ini merupakan buatan ulang dari film dengan nama yang sama di tahun 1953 yang dibintangi Vincent Price dan film tahun 1933, Mystery of the Wax Museum. Film ini diresmikan di bioskop pada 6 Mei 2005, dan untuk DVD pada 25 Oktober 2005. Sayangnya saya tidak sempat punya DVD-nya baik yang original maupun yang bajakan. Kalau nonton ya hanya menunggu Trans TV atau stasiun lain yang akan memutar ulang film ini. Belum cari bajakannya.

Andaikan House of wax 1953 masih bisa dinikmati, daripada nonton film horor buatan sutradara ecek-ecek, saya pilih nonton film jadul yang satu ini. Sayangnya dimana saya bisa mendapatkan film setua ini? Banyak beredarnya film 3D yanng komposisinya keren, membuat saya punya ide. Bagaimana kalau House of wax dibuat 3D? Jangan menduga kalau saya ingin lihat Paris Hilton lebih seksi, kelebihannya kalau dibuat 3D suasananya menjadi semakin mencekam. Seakan tokoh Vincent di House of wax 2005 benar-benar datang menghampiri di samping tempat kita duduk seperti karikatur saya.

Pertanyaannya akan muncul satu lagi, kalau sudah dapat saya mau nonton dengan siapa? Ada yang punya bantal baru? 😀

14 thoughts on “House of wax1953 dan generasi 3D

    1. Tina Latief Post author

      suka kalau filmnya impor bun…
      kalau lokal mah saya ndak mau, bunda ndak suka ya?
      sensasinya pokonya benar-benar sampai datang ke mimpi…kalau tidur seakan si tokok vincent ikut nemenin tidur,,,,hiiiiyyyy

      Like

      Reply
  1. Budi Arnaya

    Tin kalau kamu punya pacar, tak bisikin..mas…nanti kalau nonton film horor sama adikku bawa bantal karet yach…hikhik

    yach..jelas beda tin..film kita lebih menonjolkan keindahan aktornya, meskipun film horor heee

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      hahaha, kalau bantal karet jadi engga mudah rusak ya mas..
      Betul, yang ditonjolkan kebanyakan sesuatu yang berasal dari si aktris, misalnya ya mas tau lah…he 😀

      Like

      Reply
  2. Ilham

    filmnya emang cukup menegangkan. aku suka kalo pas lagi diputer di transtv. film2 jadul emang agak susah dicari, apalagi sekarang situs2 donlotan udah banyak dirazia. 😦 tapi, kebetulan aku baru nonton film vincent price dalam film The Last Man On Earth (salah satu versi jadul I Am Legend-nya Will Smith). kalo mbak tina mau donlot film2 jadul bisa klik disini: archive[dot]org/details/feature_films 😉

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s