Rizki dari kuntilanak

Hukumnya wajib paranoid kalau mencium aroma singkong dikukus, ubi direbus atau dikolak ketika lewat di suatu jalan yang ada pepohonan besarnya pada malam hari. Aroma mistis itu menurut kepercayaan orang Jawa jaman dahulu adalah aroma yang muncul dari pohon yang dihuni hantu kuntil anak. Berdasarkan keterangan lanjut, bau itu ditimbulkan oleh kuntil anak yang sedang masak. Benarkah?

Pukul 18.45 WIB, Jakarta yang ramai dan padat seperti ini masih bisa membuat merinding. Pohon jambu besar yang saya lewati itu berada di area terbuka diapit oleh rumah-rumah besar yang lampunya sebagian padam. Sepi, hanya ada satu pedagang kaki lima yang menjual kopi dan bubur kacang hijau di bawah redupnya cahaya lampu. Beberapa kali lewat jalan itu memang tidak terjadi apapun, namun kali ini sedikit berbeda. Aroma mistis itu semakin tajam ketika saya sudah berada tepat disamping pohon itu. Untuk pertamakalinya bulu kuduk saya meremang, merinding tidak karuan. Aneh bagi gadis pemberani seperti saya.

Mustahil setiap hari pemilik rumah itu makan singkong atau ubi setiap hari sampai baunya semerbak memenuhi jalan. Bagaimana kuntilanak mendapatkan singkong? Bukankah di Jakarta tidak ada lagi kebun singkong? #konyol.

KLIK DISINI

Ketika ada manusia yang takut dengan si mahkluk halus, mitosnya, si mahkluk halus tidak akan mendapat rizki selama 40 hari 40 malam. Rizki itu akan berpindah kepada orang yang dibuatnya takut. Are you serious right now?

Kisah akhirnya, menurut pemaparan salah seorang penduduk, di tempat itu memang ada yang menghuni. Haha kita tunggu saja apakah ada durian yang diantarkan ke rumah.

27 thoughts on “Rizki dari kuntilanak

  1. budiastawa

    Ah, gila si Tina! Gue lagi ngantuk2 gini….. Tadi pas ngeklik swear lagi ngantuk banget, rada nunduk gitu. Eh pas angkat muka lagi, Ah kaget gue! Belom ada gongongan anjing lagi di luar sana… Kenapa gue harus ngeklik ya?!

    Like

    Reply
  2. Iman

    Eh baru denger deh mitos aroma singkong ini, lucu juga ya hihihhi.

    Kalau di balik gimana, misalnya kita yang ditakut2i nggak takut, apakah amal ibadah si setan itu selama 40 hari 40 malam juga buat kita? #hehehe #edisiNgeyel

    Just kidding sis πŸ™‚

    Like

    Reply
  3. Ni Made Sri Andani

    kapan hari pernah yang cerita dan takut tentang wangi ketan dan singkong beraroma pandan dari pohon-pohon besar di tepi kali belakang rumah di Bintaro… kata orang setempat itu tandanya ada Kuntilanak. Saya juga jadi ikut takut he he..
    Tapi pas lagi duduk-duduk di halaman belakang, tiba-tiba seekor rase (musang kesturi) melintas di atas pagar halaman belakang. Wanginya berbau ketan dan singkong pandan menebar harum. Saat itu langsung mikir, jangan-jangan musang ini sedang nangkring di dahan pohon besar itu saat ada orang melintas dan mencium bau wangi.Lalu orang mengaitkannya dg bau kuntilanak. Kebetulan?Atau apa memang benar bau kuntilanak seperti itu juga? he he..entahlah..

    Like

    Reply
  4. Rio

    Wah jadi gk brani ngklik ni,,untung tadi masih mikir,,, Jangan2,,,,,,
    setelah lanjut baca2 komen,, eh komen mas budi buat gimana gitu gk jadi deh ngklik hihihi,,, ada kuntil,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    Like

    Reply
  5. rumahniefha

    eh masa sih?
    baru denger mitos kayak bgtu, fah πŸ˜€

    btw, tadi udah kuklik, tapi karena ada ‘iklan’ (ada anaknya mbak kos lewat sembari merajuk), jadilah pandanganku beralih ke dia dan tau-tau ada suara tereak-tereak dari tuh situs.. πŸ˜€ πŸ˜€

    *untungnya nih pandangan teralih ke tuh anak πŸ˜€
    (bukan tipe orang yang doyan liat film/tayangan seram)

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s