Sales dan guru bersaing

TIDAK MENERIMA PENAWARAN BARANG DARI SALES/MARKETING

Ini adalah tulisan yang terpampang di gerbang besar di SMP 4* yang letaknya tidak jauh dari pusat perbelanjaan masyarakat. Inilah upaya sekolah yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran para pedagang yang keluar masuk sekolahan tanpa izin. Sekolah melarang pedagang beroperasi di sekolahan. Memang aktivitas pedagang yang seenaknya masuk ke ruangan belajar akan sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Bagaimana tidak mengganggu kalau tiba-tiba ada penjual asuransi nyerocos masalah kematian dan kecelakaan?

Kalau begitu pihak sekolah harus selektif dalam memilih, pedagang apa saja yang boleh masuk dan kapan mereka boleh beroperasi. Seperti jaman SMP dan SMA kemarin, ada beberapa pedagang yang diizinkan masuk dalam jam-jam tertentu. Seperti penjual jamu yang masuk ke sekolah berbaregan dengan akhir jam olahraga. Biasanya yang beli dari kalangan wanita, salah satunya saya. Kemudian pedagang kue yang menjadi langganan guru-guru di sekolah. Kalau sudah hampir akhir jam sekolah, pedagang ini baru muncul untuk menjadi penyedia snack guru-guru yang kelaparan sebelum ekstrakulikuler dimulai.

Namanya saja sales kerjanya pasti juga sell and selling. Berbeda jika guru sampai jualan tuperware di sekolah. Jumat, 10 Februari, seorang ibu yang anaknya bersekolah di kawasan Salemba menuturkan bahwa anaknya disuruh membeli tuperware dengan iming-iming model baru. Jadi ingat kasus guru bahasa Inggris saya yang dulu pernah menjual bukunya seharga Rp60.000,00 kepada murid-muridnya yang akhirnya dituntaskan kepala sekolah. Berkedok akan disumbangkan untuk pembangunan kantin, sang guru yang terkenal killer memperdaya muridnya. Coba kalau jualan itu yang nikin muridnya tambah eksis…

Para guru yang mulia, katanya guru itu digugu dan ditiru, Andakah salah satunya?

19 thoughts on “Sales dan guru bersaing

  1. Ipras

    Kalo mau jualan kan sebenarnya sudah ada tempatnya, kalau pun hendak berjualan di lingkungan sekolah sebenarnya itu sah-sah saja, cuma juga harus tahu sikonnya πŸ™‚

    Like

    Reply
  2. budiastawa

    Kalau hal makanan, sebenarnya kan sudah ada kanti, Tin. Di SD tempat anakku sekolah, yang jualan di kantin adalah ibu-ibu istri para guru yang diatur bergiliran. Lebih aman lah daripada mereka [anak-anak] belanja di luar sekolah. Apalagi beli makanan dari penjual keliling yang kita ndak tau mutu dan kebersihan makanannya.

    Sering ada kasus keracunan gara-gara anak sekolah jajanan ke penjual keliling di luar sekolah.

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      turut prihatin mas…kalau istri jago masak saja pilih bawakan bekal buatan rumah saja yang terjaga kualitasnya…

      Like

      Reply
  3. uyayan

    setuju harusnya seperti itu…
    untuk hal guru yang jualan banyak kasusnya…
    contoh kecil aja kalau murid baru masuk sekolah lanjutan harus beli ini harus beli itu..
    ok sebagai orang tua saya ngerti tapi yang kurang ngerti harga pet + dasi + bet dan sabuk masa sampai 70rb..barangnya kwalitas rendah…

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      betul itu mas, biasanya banyak yang mengambil keuntungan dari hal-hal kecil begituan, padahal kalau bikin sendiri lebih murah..

      Like

      Reply
    1. Tina Latief Post author

      masalahnya bukan tempatnya juga mas, gurunya engga punya duit jadi jualan bukannya beli…engga ada gengsinya ya gurunya hehehe

      Like

      Reply
  4. misstitisari

    kl dulu aku sekolah ga ada tukang jualannya, paling cuma bisa jajan di kantin thok
    etapi dulu pernah jualan ding eku, jualan jaket dan lumayan laku, gurugurunya sih ga ada yg jualan, malah muridnya yg pd jualan πŸ˜€

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s