Dua nyawa terselamatkan

Cerita yang ditulis ditemani lagu Telephone-nya Lady Gaga ft Beyonce.

Agenda hari Sabtu adalah memenuhi undangan. Aku memutuskan untuk menyegerakan daripada menunda dan mendapatkan konsekuensi atas tidak kehadiranku. Gleks.

Ditengah perjalanan, di dalam bus Trans-J yang baru saja lepas landas dari shelter  Grogol II, setelah tikungan Green Mansion, ada seorang bapak-bapak bersepeda yang membawa seekor anjing entah jenis apa aku tidak tahu, tapi anjing itu tampak sangat baru, bersih dan bagus untuk ukuran seekor anjing yang sehat. Di tengah jalan tampak sedikit macet. Anehnya di sisi kanan kendaraan berhenti karena lampu merah, di jalur kiri utama lancar, namun jalur kiri ke dua banyak kendaraan yang terhenti. Ternyata si anjinglah penyebabnya. Si anjing tadi terlepas deri tali penjeratnya. Bodohnya si empunya, sejauh penglihatanku talinya hanya tali rafia. Si anjing yang merasa terbebas dari jeratannya denga girang berlarian ke sana kemari menerobos jalan raa yang padat itu. I’m free..come-come around the world.

Kendaraan yang ramai tentu saja tidak mau memberikan toleransi pada si anjing. Berkali-kali kendaraan kencang hampir menabraknya, pengendara berkali-kali mengerem karena kaget. Karena merasa bahaya, si anjing berpindah jalur yang menurutnya aman tanpa kendaraan. Satu-satunya jalan hanya jalur Trans-J busway. Akhirnya bus yang ku tumpangi berkejar-kejaran dengan anjing itu. Klakson dan rem menjadi senjata bagi si sopir. Acapkali hampir dekat dengan bus, pak sopir yang baik itu bersedia mengabaikan penumpang berdiri yang terdorong kedepan-belakang efek dari permainan remnya.  Aku juga yang duduk dibarisan depan tidak bisa tenang.

Ya Allah selamatkan hewan itu.

Yup, doaku dikabulkan. Si anjing menepi dan lari ke kompleks perumahan terdekat. Dia berlari dengan kencang, menghilang dari kerumunan kendaraan yang sempat mengklakson sesaat sebelum menghilang. Satu nyawa terselamatkan.Yei…tak terasa aku sampai juga di tujuan.

Masih di hari yang sama, niatku membantu namun aku hampir kehilangan nyawa temanku. Entah apa yang dia lakukan berdiri di tepian, sampai-sampai aku tak menyadari kalau dia sudah tercebur ke air. Tidak terlalu dalam bagiku, namun dengan posturnya yang sedemikian rupa membuatnya kewalahan. Beruntung aku dengan sigap menolongnya sesegera mungkin. Terlalu banyak minum air. Aku cepat-cepat melakukan pertolongan pertama. Badannya yang dingin segera kuhangatkan. Dia sangat lemas dan belum sadar juga. Sesaat metanya terbuka, namun segera pingsan lagi. Menurutku aneh jika aku tidak khawatir dan pesimis dia tidak akan tertolong, namun aku optimis dia terselamatkan. Tapi jika memang takdirnya dia tidak terselamatkan, aku pasti sudah ikhlas.

Tiga puluh menit kemudian badannya menghangat, perlahan ku sapa, syukurlah dia tidak apa-apa. Dia kembali sadar. Aku senang sekali setidaknya aku tidak perlu megeluarkan uang untuk membeli handphone baru. Hee, temanku itu si cell yang selamat setelah aku panggang di atas laptop. J

Dua nyawa terselamatkan.

Dihari yang masih sama, mom mengirimiku sebuah pesan , katanya ada anak yang sedang mancing terjebur di bendungan Dung Turi. Anak Karang Asem yang bolos sekolah. Dan dia terselamatkan juga.

Jadi ada berapa nyawa yang terselamatkan hari ini? Mungkin dua, mungkin juga lebih banyak lagi dibelahan bumi yang lain. Setiap nyawa bisa terselamatkan. Semua punya kesempatan. Jika ada pepatah yang mengatakan ‘tidak ada kesempatan ke dua’ menurutku itu salah. Kesempatan selalu datang tergantung siap atau tidak. Aku siap. Aku punya kesempatan.

One thought on “Dua nyawa terselamatkan

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s